Pemimpin gereja harus memprioritaskan pembinaan keluarga sebagai bagian dari proses pembentukan rohani. Gereja perlu menilai kelayakan pelayanan bukan hanya dari karisma dan kemampuan mengajar, tetapi dari integritas dan keharmonisan keluarga pemimpin. Keluarga jemaat juga perlu dikuatkan melalui program pembinaan rumah tangga, konseling pastoral, dan doa bersama.
Keluarga adalah ladang pelayanan pertama yang Tuhan percayakan. Pelayanan sejati dimulai dari rumah—dari meja makan tempat doa bersama, dari pelukan kasih ketika anggota keluarga terluka, dan dari teladan hidup yang mencerminkan kasih Kristus.
Menjaga keluarga bukan sekadar tugas pribadi, tetapi panggilan rohani. Jika keluarga kuat, gereja akan kuat. Jika keluarga rapuh, pelayanan pun akan rapuh. Mari kita kembali kepada standar pelayanan yang Alkitab tetapkan, demi gereja yang sehat dan generasi yang kokoh di dalam Kristus. (A27)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.