MENU
Kemenag Libatkan BMKG dan BRIN dalam Sidang Isbat Awal Syawal
WA FB
Nasional

Kemenag Libatkan BMKG dan BRIN dalam Sidang Isbat Awal Syawal

T Editor : Tumpal Pandapotan | 04 Mar 2026 | 16:07 WIB
Kemenag Libatkan BMKG dan BRIN dalam Sidang Isbat Awal Syawal
Pemantauan hilal.

Jakarta, Sinata.id - Kementerian Agama (Kemenag) RI resmi mengumumkan jadwal pelaksanaan Sidang Isbat untuk menetapkan awal Syawal atau Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Pertemuan krusial yang menentukan jatuhnya 1 Syawal tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 19 Maret 2026, yang bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kemenag, Abu Rokhmad, mengonfirmasi bahwa seluruh rangkaian sidang akan dipusatkan di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB. Pemilihan lokasi ini kembali dilakukan di area utama setelah sebelumnya sempat menjalani proses renovasi.

"Persiapan telah kami lakukan secara menyeluruh, baik dari sisi substansi verifikasi data maupun dukungan teknis di lapangan. Sidang ini didasarkan pada kombinasi data hisab dan hasil rukyatulhilal yang telah terverifikasi," ujar Abu Rokhmad dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Keputusan untuk memusatkan kegiatan di kantor pusat Kemenag juga mempertimbangkan aspek kenyamanan dan kelancaran mobilitas. Mengingat sebagian besar masyarakat dan pegawai diprediksi sudah mulai memasuki masa mudik pada tanggal tersebut, kondisi lalu lintas di sekitar area perkantoran diperkirakan lebih lengang. Hal ini memudahkan pengaturan akses bagi para tamu undangan serta penyediaan kantong parkir yang lebih memadai.

Baca: http://Mentan Pastikan Pangan Aman dari Dampak Konflik Iran-Israel

Pelibatan Pakar dan Legitimasi Keagamaan

Guna menjaga akurasi dan akuntabilitas hasil ketetapan, Kemenag melibatkan berbagai pakar lintas sektoral. Unsur yang hadir meliputi ahli astronomi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta perwakilan dari planetarium dan observatorium. Selain unsur akademisi dan teknis, perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam juga turut dilibatkan.

Abu menegaskan bahwa partisipasi luas dari berbagai elemen ini bertujuan untuk memberikan legitimasi keagamaan yang kuat terhadap hasil keputusan sidang nantinya.

Mekanisme Sidang Isbat

Secara teknis, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, menjelaskan bahwa koordinasi pemantauan hilal di berbagai titik di seluruh penjuru Indonesia telah dimatangkan. Kemenag telah menyiapkan sistem pelaporan rukyat yang terintegrasi agar proses informasi berjalan cepat dan akurat.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.