MENU
Kemenag Luncurkan Gerakan “Peluk Indonesia” untuk Perkuat Kerukunan
WA FB
Nasional

Kemenag Luncurkan Gerakan “Peluk Indonesia” untuk Perkuat Kerukunan

G Editor : Gunawan Purba | 10 May 2026 | 16:40 WIB
Kemenag Luncurkan Gerakan “Peluk Indonesia” untuk Perkuat Kerukunan
Peluncuran Gerakan Peluk Indonesia: Beda Iman Saling Menguatkan (ft: situs kemenag)

Denpasar, Sinata.id - Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan gerakan “Peluk Indonesia: Beda Iman Saling Menguatkan” di Vihara Buddha Sakyamuni, Denpasar, Bali, sebagai upaya memperkuat kerukunan dan menjaga persatuan di tengah tantangan sosial dan arus informasi di media sosial.

Peluncuran gerakan tersebut melibatkan tokoh lintas agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta masyarakat dari berbagai latar belakang keyakinan.

Wakil Menteri Agama Romo R Muhammad Syafi’i mengatakan, gerakan itu lahir dari kesadaran bahwa Indonesia sebagai bangsa majemuk membutuhkan persatuan untuk tetap kuat dan maju.

“Kegiatan ini menjadi bagian penting untuk memperkuat Indonesia agar tetap kokoh di tengah berbagai perbedaan,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026).

Menurutnya, keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama di Indonesia merupakan kekuatan yang harus terus dijaga melalui semangat hidup berdampingan secara harmonis.

Ia menjelaskan, gerakan “Peluk Indonesia” tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga membawa pesan sosial tentang penerimaan dan saling menguatkan di tengah perbedaan.

Gerakan tersebut mengusung lima nilai utama, yakni kemanusiaan, kebangsaan, persaudaraan, kasih sayang, dan gotong royong.

Sebagai bagian dari program, Kementerian Agama juga akan melaksanakan kegiatan “Peluk Rumah Ibadah”, berupa aksi gotong royong membersihkan rumah ibadah lintas agama untuk memperkuat interaksi antarumat beragama.

Wamenag menilai perkembangan media sosial saat ini membuat masyarakat lebih rentan terhadap provokasi dan narasi yang dapat memicu perpecahan.

Karena itu, menurutnya, penguatan ruang-ruang kerukunan perlu terus dilakukan melalui program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

“Perbedaan harus menjadi kekuatan untuk saling menguatkan, bukan sumber perpecahan,” katanya.

Peluncuran gerakan tersebut turut dihadiri Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan Miftah Maulana Habiburrahman, Dirjen Bimas Buddha Supriyadi, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bali I Gusti Made Sunartha, Ketua FKUB Provinsi Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, tokoh agama lintas iman, serta masyarakat. (A18)

Sumber: Situs Kemenag

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.