MENU
Kemenag Siapkan Direktorat Jenderal Pesantren untuk Perkuat Mutu Pendi...
WA FB
Nasional

Kemenag Siapkan Direktorat Jenderal Pesantren untuk Perkuat Mutu Pendidikan Islam

R Editor : Redaksi Sinata | 19 Nov 2025 | 19:18 WIB
Kemenag Siapkan Direktorat Jenderal Pesantren untuk Perkuat Mutu Pendidikan Islam
Kementerian Agama tengah memfinalisasi pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren sebagai langkah strategis memperkuat mutu pendidikan Islam. (Kemenag)

Sinata.id - Upaya pembenahan besar-besaran terhadap pendidikan pesantren di Indonesia memasuki fase penentu. Kementerian Agama RI memastikan proses pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren tengah digarap serius sebagai langkah strategis memperkuat posisi pesantren dalam sistem pendidikan nasional.

Dalam forum Halaqah Penguatan Pendirian Pesantren di UIN Tulungagung, Rabu (19/11/2025), Direktur Pesantren Kemenag, Basnang Said, menyampaikan bahwa penguatan kelembagaan ini sudah menjadi kebutuhan mendesak mengingat pesantren selama berabad-abad memegang peran kunci dalam pendidikan, dakwah, hingga pemberdayaan masyarakat.

“Pesantren adalah pusat peradaban Islam yang telah mengawal perjalanan bangsa ini. Penguatan struktur kelembagaan sangat dibutuhkan agar kebijakan untuk pesantren tidak lagi bersifat administratif semata, tetapi memberi dampak langsung bagi masyarakat,” tegas Basnang.

Basnang menjelaskan, pembentukan Ditjen Pesantren merupakan bagian dari transformasi besar setelah Undang-Undang Pesantren dan sejumlah regulasi turunannya diundangkan.

Unit eselon I yang khusus menangani pesantren diharapkan menjadi “mesin utama” program pendidikan keagamaan, dakwah, serta pemberdayaan berbasis pesantren.

Ia menekankan bahwa pesantren kini dituntut untuk siap menghadapi tantangan modern seperti digitalisasi, basis data nasional, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, koordinasi kebijakan yang lebih terstruktur sangat dibutuhkan.

“Dengan Direktorat Jenderal, setiap program akan lebih terukur dan kebutuhan pesantren bisa dijawab lebih cepat. Kita ingin memastikan pesantren mendapat tempat yang semestinya sebagai kekuatan pendidikan Islam yang asli dan mandiri,” ujarnya.

Moderasi Beragama Itu Harga Mati

Dukungan dari para kiai mengalir kuat dalam forum tersebut.

KH Abdullah Kafabihi Mahrus menegaskan bahwa pesantren menjadi benteng moderasi beragama sejak masa-masa awal berdirinya lembaga pendidikan Islam di Nusantara.

Di tengah ancaman ekstremisme yang dapat meretakkan persatuan nasional, ia menilai penguatan moderasi di pesantren bukan hanya relevan, tetapi mendesak.

“Moderasi itu bukan melemahkan agama, tapi menempatkan semuanya pada posisi yang adil dan maslahat. Pesantren sejak dulu mengajarkan keseimbangan dan cinta tanah air. Ini harus terus dirawat,” ujarnya mengingatkan.

Identitas Pendidikan Islam Nusantara

Pandangan serupa disampaikan KH Athoillah S. Anwar, yang menyoroti pentingnya nilai inklusivitas dalam pendidikan Islam.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.