Ia juga menyebut pengalaman Indonesia sebagai bangsa majemuk dapat menjadi contoh bagaimana agama berperan sebagai jembatan, bukan sekat.
“Cinta kemanusiaan membuat agama hadir sebagai pemersatu yang menumbuhkan empati, saling pengertian, dan kerja sama lintas iman,” ujar Lubenah.
Kolaborasi Lintas Bangsa
Seminar internasional ini juga menghadirkan Syekh Fathi Hijazi dari Universitas Al-Azhar serta Abdul Muta’ali, Atase Pendidikan KBRI untuk Mesir. Forum tersebut diharapkan memperkuat jejaring global dalam memperjuangkan nilai kemanusiaan dan keberlanjutan.
Menutup pernyataannya, Lubenah mengingatkan, dunia modern bukan kekurangan teknologi, melainkan empati.
“Kita tidak kekurangan informasi, tetapi sering kekurangan kebijaksanaan,” katanya. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.