Kondisi tersebut mulai dirasakan masyarakat. Sejumlah konsumen mengaku harus mengatur ulang pola konsumsi, termasuk mengurangi aktivitas menggoreng untuk menghemat pengeluaran rumah tangga.
“Sekarang harga minyak makin naik, jadi harus berhemat kalau mau goreng-goreng,” ujar Ayu, salah satu warga.
Selain harga, masyarakat juga menyoroti kualitas minyak goreng yang dinilai tidak konsisten, bahkan pada merek yang sama. Hal ini menambah kekhawatiran konsumen terhadap produk yang beredar di pasaran.
Masyarakat pun berharap pemerintah dapat memperkuat pengawasan, menjaga stabilitas harga, serta memastikan kualitas minyak goreng subsidi tetap sesuai standar. Kelancaran distribusi juga dinilai menjadi kunci agar harga kembali normal dan terjangkau bagi semua kalangan.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.