MENU
Kemenhaj Genjot Manasik Terintegrasi, Jemaah Haji Didorong Lebih Mandi...
WA FB
Nasional

Kemenhaj Genjot Manasik Terintegrasi, Jemaah Haji Didorong Lebih Mandiri

R Editor : Redaksi Sinata | 19 Feb 2026 | 16:18 WIB
Kemenhaj Genjot Manasik Terintegrasi, Jemaah Haji Didorong Lebih Mandiri
KBRI dan Kemlu pastikan pulangkan ratusan jemaah umrah Indonesia yang tertahan di Arab Saudi akibat gangguan penerbangan. Info terbaru dan langkah evakuasi. (Ist)

Jakarta, Sinata.id — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mempercepat pelaksanaan persiapan calon jemaah haji melalui program Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi yang kini hampir rampung di seluruh tanah air. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk menguatkan kemandirian para calon jemaah dalam menjalankan rangkaian ibadah suci ke Tanah Suci, mengingat keberangkatan kloter pertama sudah diambang pintu.

Program yang digelar serentak di tingkat Kabupaten/Kota dan Kecamatan ini memasuki fase akhir pada pekan kedua Februari 2026, dengan progres mencapai 95 persen di seluruh wilayah Indonesia. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Subdirektorat Bina Manasik Haji dan Umrah, Abdillah, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (19/2/2026).

“Alhamdulillah, mulai akhir Januari hingga pekan kedua Februari ini, manasik terintegrasi di tingkat Kabupaten/Kota dan Kecamatan telah diselenggarakan,” ujar Abdillah.

Abdillah menyatakan bahwa jadwal pendidikan manasik disusun bukan sekadar formalitas. Menurutnya, program ini merupakan amanat undang-undang yang dirancang untuk memperkuat ketahanan mental, pengetahuan ritual, serta ketrampilan teknis calon jemaah, sehingga mereka dapat melaksanakan ibadah haji dengan lebih percaya diri dan mandiri.

Sebagai bagian dari proses itu, manasik dilaksanakan sepanjang total 20 Jam Pelajaran (JPL) dengan rincian 4 JPL pada level kabupaten/kota dan 16 JPL pada level kecamatan. Selain itu, Kemenhaj memberikan materi tambahan khusus bagi pemimpin rombongan dan ketua regu, sebagai upaya memperkuat kemampuan kepemimpinan mereka dalam membimbing kelompok saat berada di Tanah Suci.

Untuk memperluas akses pembelajaran, Kemenhaj juga menyiapkan literasi manasik berupa buku panduan yang didistribusikan ke seluruh daerah. Targetnya, setiap calon jemaah sudah menerima dan dapat mempelajari materi manasik sejak awal Ramadan hingga paling lambat 6 Maret 2026 — jauh sebelum jadwal keberangkatan pada 21 April 2026.

Program bimbingan ini tampak juga disambut antusias oleh calon jemaah di berbagai daerah. Di sejumlah wilayah seperti Kabupaten Magelang dan Barito Utara, ribuan calon jemaah aktif mengikuti sesi manasik terintegrasi yang dirancang tak hanya untuk aspek ritual, tetapi juga persiapan fisik dan mental menjelang keberangkatan ke Makkah.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.