MENU
Kemenhaj Hadirkan \'Beras Haji Nusantara\', Pastikan Konsumsi Jemaah I...
WA FB
Nasional

Kemenhaj Hadirkan \'Beras Haji Nusantara\', Pastikan Konsumsi Jemaah Indonesia Berkualitas di Arab Saudi

R Editor : Redaksi Sinata | 10 Feb 2026 | 19:07 WIB
Kemenhaj Hadirkan \'Beras Haji Nusantara\', Pastikan Konsumsi Jemaah Indonesia Berkualitas di Arab Saudi
Kemenhaj luncurkan Beras Haji Nusantara untuk jemaah Indonesia 1447 H/2026 di Arab Saudi. Fokus kualitas premium, harga kompetitif, dan dukung produk lokal. (Ist)

Jakarta, Sinata.id – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI meluncurkan inovasi baru menjelang penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M: ‘Beras Haji Nusantara’. Program ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah Indonesia di Arab Saudi sekaligus mengangkat kualitas beras lokal di Tanah Suci.

Peluncuran beras haji ini dilakukan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) tingkat menteri yang dipimpin Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan), Senin (9/2/2026), di Jakarta. Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, atau Gus Irfan, memperkenalkan program ini sebagai langkah strategis pemerintah untuk memastikan jemaah mendapatkan asupan pangan berkualitas tinggi.

“Setiap butir nasi yang dikonsumsi jemaah harus memiliki kualitas terbaik dan cita rasa nusantara. Oleh karena itu, Beras Haji Nusantara menggunakan spesifikasi premium, long grain, dan broken maksimal 5%,” tegas Gus Irfan, Selasa (10/2/2026).

Kebutuhan beras tahun ini diperkirakan mencapai 2.280 ton, untuk melayani 205.420 jemaah dan petugas haji. Perhitungan ini didasarkan pada frekuensi makan di Makkah sebanyak 78 kali, Madinah 27 kali, dan wilayah Armuzna 6 kali. Setiap porsi nasi dirancang seberat 170 gram, dilengkapi lauk 80 gram, sayur 75 gram, serta air mineral dan pelengkap lainnya.

Gus Irfan menambahkan, selama ini dapur penyedia layanan di Arab Saudi kerap mengandalkan beras impor dengan harga sekitar 150 SAR per 40 kg atau setara Rp16.824 per kg. Dengan Beras Haji Nusantara, pemerintah menargetkan harga kompetitif Rp16.000 per kg saat tiba di dapur penyedia layanan.

Langkah ini juga menjadi upaya efisiensi dan standarisasi menu jemaah sekaligus memberdayakan produk beras dalam negeri. Namun, Gus Irfan mengakui ada beberapa tantangan, termasuk penggunaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan penyesuaian kualitas dari medium ke premium.

“Untuk menyukseskan rencana ini, kami segera membentuk Pokja Beras Haji Nusantara lintas Kementerian/Lembaga dan mewajibkan penggunaan beras Indonesia di seluruh dapur penyedia layanan melalui penugasan Kantor Urusan Haji (KUH),” ujarnya.

Selain itu, Kemenhaj akan berkoordinasi dengan Menko Pangan terkait Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Haji, termasuk pembahasan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) untuk subsidi, agar harga beras tetap kompetitif dan ekosistem dapur di Arab Saudi dapat menerimanya dengan baik. [a46]

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.