Untuk mencegah penyebaran penyakit, Ratni menekankan pentingnya mengikuti jadwal vaksinasi campak, yaitu pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan 5 tahun.
Vaksinasi dilakukan lebih dari satu kali karena virus dalam vaksin telah dilemahkan sehingga diperlukan beberapa dosis agar kekebalan tubuh terbentuk secara optimal.
Selain vaksinasi, masyarakat juga dianjurkan melakukan langkah pencegahan tambahan seperti menggunakan masker saat batuk atau pilek, mencuci tangan secara rutin, dan meningkatkan edukasi kesehatan di lingkungan masyarakat.
“Penundaan vaksinasi dapat meningkatkan risiko penularan dan memicu kejadian luar biasa. Karena itu imunisasi harus diberikan ketika anak dalam kondisi sehat,” tegas Ratni.
Campak Masih Menjadi Ancaman Global
Campak dikenal sebagai salah satu penyakit paling menular di dunia. Meski vaksin telah tersedia sejak puluhan tahun lalu, wabah masih terjadi di berbagai negara.
Penelitian berjudul The History of Measles: From a 1912 Genome to an Antique Origin menunjukkan bahwa virus campak kemungkinan telah muncul sekitar 4.000 tahun lalu dan diduga berevolusi dari virus yang menyerang hewan ternak, terutama sapi.
Pada masa sebelum vaksin ditemukan, hampir setiap orang diperkirakan pernah terinfeksi campak setidaknya sekali sepanjang hidupnya.
Situasi mulai berubah setelah vaksin campak diperkenalkan secara luas pada 1960-an, yang secara drastis menurunkan jumlah kasus global.
Namun, penurunan tersebut tidak merata. Hingga kini, kasus campak masih banyak ditemukan di negara berpenghasilan rendah dengan akses layanan kesehatan yang terbatas.
Menurut laporan World Health Organization (WHO), risiko kematian akibat campak di negara berpenghasilan rendah dapat lima kali lebih tinggi dibandingkan negara berpenghasilan tinggi.
Sebagai contoh, wabah besar pernah terjadi di Madagaskar pada 2019 yang menyebabkan lebih dari 1.000 kematian, serta di Republik Demokratik Kongo dengan lebih dari 6.000 korban jiwa.
Vaksin Tetap Jadi Perlindungan Terbaik
Para ahli menegaskan bahwa vaksinasi tetap menjadi cara paling efektif untuk mencegah campak.
Vaksin menggunakan virus yang telah dilemahkan sehingga mampu merangsang sistem kekebalan tubuh tanpa menyebabkan penyakit.
Jika vaksinasi dilakukan secara lengkap, perlindungan terhadap campak umumnya dapat bertahan seumur hidup.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.