MENU
Kepsek SMPN 2 Tarutung Fasilitasi Mediasi Guru dan Media Terkait Isu T...
WA FB
Regional

Kepsek SMPN 2 Tarutung Fasilitasi Mediasi Guru dan Media Terkait Isu THR TPG

J Editor : Jansen Siahaan | 22 Apr 2026 | 17:14 WIB
Kepsek SMPN 2 Tarutung Fasilitasi Mediasi Guru dan Media Terkait Isu THR TPG
Kepala SMP Negeri 2 Tarutung, Daniel Simanjuntak, memimpin proses mediasi. (istimewa)

Tapanuli Utara, Sinata.id – Kepala SMP Negeri 2 Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Daniel Simanjuntak, mengambil langkah mediasi antara pihak sekolah dan media terkait isu pengumpulan uang “terima kasih” THR TPG yang menyeret salah satu guru agama berinisial S.B.

Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk tanggung jawab dan kepemimpinan dalam melindungi serta mengayomi tenaga pendidik dari dampak pemberitaan yang berkembang di tengah masyarakat.

Mediasi berlangsung di ruang kerja kepala sekolah (kepsek), pada Selasa (21/4/2026) dan dihadiri oleh pihak media serta guru yang bersangkutan.

Dalam pertemuan tersebut, Daniel berharap persoalan yang berkembang dapat menjadi jelas dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

“Saya berharap isu yang berkembang dapat diluruskan agar tidak menimbulkan keresahan. Sebagai kepala sekolah, saya sangat menyayangkan jika informasi yang belum tentu benar justru berdampak pada kenyamanan guru dalam menjalankan tugasnya,” ujarnya.

Ia juga meminta media untuk menyajikan informasi secara cermat, berimbang, dan akurat sesuai fakta di lapangan.

Sementara itu, guru agama S.B membantah dirinya sebagai pemegang kas uang “terima kasih” THR TPG yang disebut-sebut dikumpulkan dari guru agama tingkat SD dan SMP se-Taput.

Ia menjelaskan bahwa dirinya hanya menerima titipan dari beberapa rekan guru agama di wilayah Kecamatan Tarutung dan Adiankoting.

“Saya tidak pernah menjadi pemegang kas. Hanya ada beberapa rekan dari Tarutung dan Adiankoting yang menitipkan uang tersebut kepada saya,” jelasnya.

S.B juga menyebut bahwa pengumpulan dana diduga dilakukan oleh koordinator di masing-masing kecamatan, dan sebagian dana diserahkan kepada guru lain berinisial E.P yang bertugas di SMP Negeri 1 Siatasbarita.

Lebih lanjut, S.B menegaskan bahwa dana yang sempat terkumpul telah dikembalikan kepada masing-masing guru melalui koordinator kecamatan.

“Uang yang sempat terkumpul sudah kami kembalikan kepada masing-masing guru. Saat ini tidak ada lagi dana yang saya pegang,” tegasnya.

Ia juga menyatakan kesiapannya untuk memberikan klarifikasi lebih lanjut apabila diperlukan.

S.B mengapresiasi langkah kepsek yang telah memfasilitasi pertemuan dengan media guna meluruskan informasi yang beredar.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.