Pematangsiantar, Sinata.id – Pernikahan antara Wanda Mehangga Sinamo, SH., CPM., CPArb. dan Asri Yuni Pratiwi Saragih, A.Md.Kes. menjadi kisah yang penuh makna, haru, dan keteguhan iman.
Pasangan ini akan melangsungkan pemberkatan kudus pada Jumat, 23 Mei 2025, di GKPPD Pematangsiantar, Jalan Bintara Sakti No. 1, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur. Pemberkatan ini akan langsung dipimpin oleh Sekretaris Jenderal GKPPD, Pdt. Jonson Anakampun, S.Th., MM.
[caption id="attachment_3660" align="alignnone" width="853"] Wanda Mehangga Sinamo dan Asri Yuni Pratiwi Saragih, mengenakan pakaian adat Pakpak.[/caption]
Rangkaian perayaan akan dilanjutkan dengan dua upacara adat dari dua budaya berbeda, yaitu adat suku Pakpak Dairi dan adat suku Simalungun, yang akan dilaksanakan di Balai Bolon GKPS, Jalan Pdt. J. Wismar Saragih, Pematangsiantar.
Pelaksanaan adat ini membutuhkan perencanaan yang cermat agar harmonisasi dua budaya tersebut dapat dirangkai dengan baik, menciptakan keselarasan dalam ikatan pernikahan yang melibatkan dua suku besar ini.
[caption id="attachment_3661" align="alignnone" width="853"] Wanda Mehangga Sinamo dan Asri Yuni Pratiwi Saragih, mengenakan pakaian adat Simalungun.[/caption]
Namun, di balik momen penuh sukacita itu, tersimpan duka yang mendalam.
Dalam wawancaranya bersama Sinata.id, St. Ferry SP Sinamo, SH., MH., ayah dari mempelai pria, dengan sorot mata yang sarat makna, mengungkapkan kesedihannya atas peristiwa yang menyertai perjalanan pernikahan putranya.
“Cobaan yang dialami kedua insan ini sungguh luar biasa,” ujar Ferry dengan nada penuh keharuan.
Pada 10 Mei 2025, Wanda dan Asri telah melangsungkan prosesi pranikah di GKPS Peniel, Jalan Pdt. J. Wismar Saragih, Pematangsiantar.
Saat itu, Almarhumah Sarmaulina br Purba, SP, ibu dari Asri, masih sempat hadir dan secara langsung menerima Partadingan Parmaen (penerimaan calon menantu perempuan) dari keluarga Wanda.
[caption id="attachment_3663" align="alignnone" width="720"] (Kanan) Almarhumah Sarmaulina br Purba, SP, ibunda Asri.[/caption]
Dalam suasana adat Simalungun yang hangat, partadingan diserahkan dalam gundringan—dan momen itu diwarnai pelukan haru dari sang ibu kepada calon menantunya, pertanda restu dan kebahagiaan bahwa putri sulungnya akan membina rumah tangga.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.