Oleh: Pdt. Manser Sagala, M.Th
Dunia memang sering kali terasa berat, penuh dengan ketidakpastian, penderitaan, dan kerusakan. Namun, dalam perspektif iman, kerusakan ini bukanlah akhir dari segalanya. Janji Tuhan berfungsi sebagai sauh (jangkar) yang memberikan pengharapan di tengah badai kehidupan.
Berikut penjelasan mengenai mengapa dunia terasa rusak dan bagaimana janji Tuhan memberikan jalan keluar.
1. Mengapa Dunia Terasa Rusak? Kerusakan yang kita lihat penyakit, ketidakadilan, dan kematian berakar pada terpisahnya manusia dari sumber kehidupan, yaitu Tuhan.
Roma 8:22: "Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin."
Ayat ini menunjukkan bahwa seluruh ciptaan berada dalam kondisi “menderita” sambil menantikan pemulihan yang sempurna.
2. Janji Penyertaan di Tengah Kesesakan Tuhan tidak pernah berjanji bahwa dunia akan langsung menjadi sempurna tanpa masalah. Namun, Dia berjanji untuk hadir di tengah kerusakan tersebut.
Yesaya 41:10: "Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan."
Yohanes 16:33: "Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."
3. Janji Pemulihan Hati dan Ketenangan Saat dunia di sekitar kita terasa kacau, Tuhan menjanjikan ketenangan batin dan kekuatan mental bagi setiap orang yang datang kepada-Nya.
Matius 11:28: "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu."
Filipi 4:7: "Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus."
4. Janji Masa Depan yang Penuh Harapan Kerusakan dunia ini bersifat sementara. Janji terbesar Tuhan adalah pemulihan total, di mana tidak ada lagi air mata dan penderitaan.
Yeremia 29:11: "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.