MENU
Ketika Dunia Retak, Janji Tuhan Tetap Menjadi Sauh Berpegang pada Janj...
WA FB
Religi

Ketika Dunia Retak, Janji Tuhan Tetap Menjadi Sauh Berpegang pada Janji

F Editor : Ferry SP Sinamo | 23 Jan 2026 | 09:53 WIB
Ketika Dunia Retak, Janji Tuhan Tetap Menjadi Sauh Berpegang pada Janji
Pdt. Manser Sagala, M.Th. (istimewa)

Wahyu 21:4: "Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu."

Kesimpulan Melihat dunia yang rusak dengan mata jasmani memang dapat membuat kita putus asa. Namun, melihat dengan “mata iman” berarti memegang janji bahwa:

Tuhan tetap berdaulat atas sejarah manusia.

Penderitaan saat ini tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan datang.

Kasih Tuhan tidak pernah berubah, meski keadaan dunia terus berubah.

Saran: Luangkan waktu setiap pagi untuk berdiam diri dan merenungkan satu janji Tuhan agar hati tetap teguh dalam menjalani hari.

Di tengah dunia yang semakin tidak menentu, iman bukanlah bentuk pelarian, melainkan keberanian untuk tetap percaya. Janji Tuhan tidak menghapus realitas penderitaan, tetapi memberi makna, arah, dan pengharapan di dalamnya.

Ketika manusia kehabisan kekuatan, janji Tuhan menjadi tempat bersandar. Ketika logika tidak lagi sanggup menjawab, iman menuntun langkah. Dunia boleh berubah, sistem boleh runtuh, dan manusia bisa mengecewakan, tetapi firman Tuhan tetap teguh untuk selama-lamanya.

"Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu." (Matius 24:35)

Tuhan Yesus memberkati kita semua. (A27)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.