Fokus utama harus diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan penyelesaian persoalan masyarakat. Peran ini jauh lebih penting dan memiliki dampak langsung bagi kesejahteraan rakyat.
Masyarakat berhak memperoleh pelayanan terbaik dari pemimpinnya. Oleh karena itu, wakil kepala daerah harus kembali pada tugas utama sebagai pelayan publik.
Refleksi ini menegaskan bahwa integritas dan komitmen merupakan fondasi utama kepemimpinan. Tanpa keduanya, jabatan kehilangan makna substantif. Penilaian akhir berada di tangan masyarakat. Pemimpin yang bekerja untuk kepentingan publik akan memperoleh legitimasi.
Sebaliknya, penyimpangan akan berujung pada hilangnya kepercayaan. Pilihan tetap berada pada wakil kepala daerah: menjalankan amanah dengan integritas atau mempertahankan praktik yang berisiko secara hukum, etika, dan politik. (penulis adalah Aktivis dan Pengamat Politik)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.