MENU
Kisah Hanzhalah dan Kepekaan Hati di Tengah Musibah Banjir
WA FB
News

Kisah Hanzhalah dan Kepekaan Hati di Tengah Musibah Banjir

G Editor : Gunawan Purba | 26 Dec 2025 | 08:27 WIB
Kisah Hanzhalah dan Kepekaan Hati di Tengah Musibah Banjir
Doni Arief MA

Banjir ini adalah “sakitnya satu anggota tubuh”. Maka seluruh umat wajib "demam” bersamanya, sehingga tergerak untuk membantu dengan tenaga, harta, doa, atau sekadar menunjukkan rasa peduli yang tulus.

Allah SWT juga berfirman: “Kamu sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu infakkan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui” (QS. Ali Imran: 92).

Hari ini, infak yang paling dicintai Allah SWT adalah yang kita berikan saat kita sendiri sedang susah, saat dompet terasa tipis, saat bensin mahal, tapi kita tetap mampu menyisihkan untuk korban banjir. Itulah infak “mimma tuhibbun (dari apa yang kamu cintai)” yang membawa kita kepada derajat "birr (kebajikan sempurna)".

Jika langit saja turun memandikan Hanzhalah dengan air hujan, maka kita yang masih hidup ini dipanggil untuk menjadi “malaikat di darat” bagi ribuan Hanzhalah-Hanzhalah kecil yang kini menggigil di pengungsian.

Semoga Allah SWT menjadikan banjir ini sebagai penghapus dosa bagi yang terdampak, dan penyubur empati serta amal saleh bagi kita semua. (*)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.