Namun Chang & Eng mencintai kedua wanita itu.
Mereka membangun dua keluarga — satu dengan Adelaide, satu dengan Sarah — di rumah yang bersebelahan, dan membagi waktu satu sama lain secara bergantian.
Mereka memiliki total 21 anak.
Namun kebahagiaan keluarga itu bukan tanpa luka. Mereka harus menghadapi komentar buruk tentang moralitas mereka, tekanan sosial karena “kehidupan tidak biasa”, dan kesulitan mengatur hubungan rumah tangga secara fisik dan emosional.
Pilu kelima hadir dalam bentuk cibiran dan penilaian sosial yang mereka hadapi meski berusaha membangun kehidupan keluarga yang hangat dan penuh cinta.
Konflik Batin yang Tak Pernah Usai
Chang & Eng memiliki kepribadian berbeda meskipun mereka terhubung secara fisik.
Chang dikenal lebih temperamental dan emosional, Eng dikenal lebih tenang dan sabar.
Ketika Chang marah, Eng harus ikut merasakan konsekuensinya secara fisik.
Ketika Eng sedih, Chang pun tidak bisa melepaskan diri dari perasaan itu.
Mereka berbagi tubuh dalam perasaan, ketakutan, kecemasan — hal-hal yang biasanya dibagi oleh dua individu yang memilih untuk bersama, bukan dua individu yang terpaksa bersama selamanya.
Bayangkan sebuah hidup ketika Anda tidak pernah bisa marah sendirian.
Ketika Anda tidak pernah bisa sedih hanya sendiri.
Ketika emosi seseorang otomatis menjadi beban bagi orang lain — itu adalah realitas Chang & Eng setiap hari.
Pilu keenam adalah ketidakmampuan untuk memiliki ruang emosional pribadi.
Mereka menghadapi konflik batin yang biasa dialami manusia seumur hidup, tetapi mereka menghadapinya bersama — tanpa jeda, tanpa privasi.
Menjelang Akhir
Seiring bertambahnya usia, kesehatan kedua saudara itu mulai menurun.
Di masa tua mereka, penyakit yang biasanya memengaruhi satu tubuh — kini berdampak pada dua jiwa yang saling bergantung.
Pada 17 Januari 1874, Chang jatuh sakit dan didiagnosis terkena pneumonia.
Eng merawat Chang semampunya, tetapi kondisi Chang terus memburuk.
Ketika Chang akhirnya meninggal, Eng hanya beberapa jam lagi menyusul.
Dokter saat itu berteori bahwa Eng mati karena syok psikologis, komplikasi fisik dari organ yang terhubung, atau gagal sirkulasi yang dipicu oleh kematian saudaranya.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.