MENU
KNKT Ungkap Dugaan CFIT pada Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Sulsel
WA FB
Nasional

KNKT Ungkap Dugaan CFIT pada Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Sulsel

J Editor : Jansen Siahaan | 19 Jan 2026 | 15:16 WIB
KNKT Ungkap Dugaan CFIT pada Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Sulsel
Tim SAR berada di lokasi jatuhnya pesawat. (okezone)

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menegaskan bahwa seluruh aspek penyebab kecelakaan, baik teknis, manusia, maupun lingkungan, sepenuhnya menjadi kewenangan KNKT.

“Pada tahap ini kami belum berada dalam posisi untuk menyimpulkan penyebab kejadian. Semua akan dianalisis dan disampaikan secara resmi oleh KNKT,” ujar Lukman, Senin (19/1/2026).

Berdasarkan informasi awal, kondisi cuaca saat kejadian dilaporkan cukup baik dengan jarak pandang sekitar delapan kilometer dan kondisi sedikit berawan. Meski demikian, faktor cuaca tetap menjadi salah satu aspek yang dianalisis bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Dari sisi kesehatan awak, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memastikan seluruh kru pesawat dalam kondisi laik terbang. Data Medical Examination (MEDEX) menunjukkan seluruh awak memiliki sertifikat kesehatan yang masih berlaku dan dinyatakan fit sesuai ketentuan Civil Aviation Safety Regulations (CASR) Part 67.

Pesawat ATR 42-500 PK-THT juga dinyatakan memenuhi persyaratan kelaikudaraan. Ramp check terakhir dilakukan pada 19 November 2025 di Bandara Sam Ratulangi Manado oleh Inspektur Kelaikudaraan Otoritas Bandara Wilayah VIII. Sertifikat kelaikudaraan diperpanjang melalui inspeksi pada 3 September 2025, sementara perawatan terakhir oleh operator dilakukan pada 25 Desember 2025 sesuai program perawatan berkala.

Dalam penerbangan tersebut, terdapat 10 orang di dalam pesawat, terdiri atas tujuh awak dan tiga penumpang. Proses evakuasi masih terus berlangsung oleh Basarnas bersama unsur TNI, Polri, serta dibantu masyarakat setempat. Basarnas juga mendirikan Posko Topo Bulu yang berjarak sekitar 4,6 kilometer dari lokasi kejadian. Hingga Minggu siang, satu jenazah berjenis kelamin laki-laki dilaporkan telah ditemukan dan dievakuasi.

Kementerian Perhubungan memastikan operasional penerbangan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin tetap berjalan normal karena lokasi kecelakaan berada di luar kawasan bandara.

Pemerintah menghimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak berspekulasi, serta hanya mengikuti informasi resmi dari otoritas berwenang sambil menunggu hasil investigasi KNKT. (A02)

 

 

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.