Menurut Purbaya, pembenahan aparatur menjadi kunci utama untuk menjaga target penerimaan negara sekaligus menekan defisit anggaran. Dalam penataan pejabat, ia menyebut akan ada yang dipromosikan, dipindahkan, hingga dinonaktifkan melalui skema rotasi internal.
“Saya butuh gerak cepat dan orang-orang yang sudah memahami medan. Karena itu, penataan dilakukan dari internal,” ujarnya.
Lantik 22 Pejabat Bea Cukai
Sebagai bagian dari langkah pembenahan, Purbaya melantik 22 pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (eselon II) DJBC Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Jakarta, Rabu (28/1/2026). Selain itu, ia juga melantik pejabat dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, serta Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan.
Dalam sambutannya, Purbaya menegaskan bahwa pelantikan pejabat bukan sekadar seremoni administratif, melainkan amanah negara yang harus dipertanggungjawabkan kepada publik.
“Arah dan ekspektasinya adalah kerja serius dan menjaga integritas. Ini tugas negara dan kepercayaan publik yang akan dimintai pertanggungjawaban melalui kepemimpinan, etika, dan kinerja,” tegasnya.
Jaga Pasar Domestik dari Persaingan Tidak Sehat
Purbaya juga menekankan pentingnya peran Bea Cukai dalam menjaga pasar domestik dari praktik perdagangan tidak sehat, terutama akibat masuknya barang selundupan yang merugikan industri dalam negeri.
“Permintaan domestik kita besar. Namun, jika dibanjiri barang ilegal, perusahaan dalam negeri tidak memiliki ruang untuk bersaing secara adil,” ujarnya.
Ia pun meminta seluruh jajaran Kemenkeu, khususnya Bea dan Cukai, untuk bekerja lebih disiplin, menjaga integritas, serta memastikan pengelolaan fiskal dan pasar domestik berjalan secara bersih dan profesional demi kepentingan negara. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.