MENU
Komite Reformasi Polri Akan Diumumkan Oktober, Mahfud MD Beberkan Tiga...
WA FB
Nasional

Komite Reformasi Polri Akan Diumumkan Oktober, Mahfud MD Beberkan Tiga Poin Penting

R Editor : Redaksi Sinata | 26 Sep 2025 | 20:46 WIB
Komite Reformasi Polri Akan Diumumkan Oktober, Mahfud MD Beberkan Tiga Poin Penting
Mahduf MD. (Ist)

Jakarta, Sinata.id - Presiden Prabowo Subianto tengah menyiapkan langkah besar, dengan membentuk Komite Reformasi Polri. Komite ini bersifat ad hoc, bekerja hanya selama enam bulan, namun digadang menjadi motor utama dalam merombak tubuh kepolisian.

Wakil Menteri Sekretaris Negara, Bambang Eko Suhariyanto, menegaskan, tim internal bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hanya berperan membantu. “Yang utama adalah tim bentukan Presiden,” tegas Bambang, Jumat (26/9/2025).

Langkah reformasi ini bukan muncul tiba-tiba, tetapi lahir dari gelombang unjuk rasa akhir Agustus 2025 yang menyisakan kritik keras terhadap kepolisian. Dari jalanan hingga ruang diskusi akademis, tuntutan reformasi kepolisian menggema.

Tiga Pilar Reformasi Versi Mahfud MD

Salah satu tokoh yang dipastikan masuk komite, Mahfud MD, langsung mengingatkan arah pembenahan. Menurutnya, ada tiga pilar utama yang harus dibenahi:

  1. Kelembagaan, menyangkut struktur organisasi Polri.

  2. Instrumen aturan, yang dinilai kerap tumpang tindih.

  3. Kultur, mulai dari praktik nepotisme jabatan hingga kedekatan dengan politik.

Mahfud menegaskan, pilar kultur adalah pekerjaan rumah terbesar. “Banyak laporan soal mutasi yang tidak transparan, rekrutmen dengan cara kotor, bahkan perlindungan terhadap pelaku kejahatan,” ungkapnya.

Yusril: Jangan Khawatir Ada Tabrakan

Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menepis kekhawatiran adanya dualisme. Komite Reformasi bentukan Presiden dan Tim Transformasi bentukan Kapolri, menurutnya, justru saling melengkapi.

“Jangan khawatir ada tabrakan, ini pasti saling bantu-membantu,” ujar Yusril di Jakarta.

Yusril juga menyoroti Undang-Undang Polri yang sudah lama tak direvisi. Baginya, momentum reformasi adalah kesempatan untuk memperbaiki citra kepolisian yang selama ini kerap digempur tuduhan negatif.

Tim Reformasi Internal Polri Sudah Jalan

Sebelum Komite Presiden diumumkan, Polri lebih dulu membentuk Tim Transformasi Reformasi. Hal ini tertuang dalam Sprin/2749/IX/TUK.2.1./2025, ditandatangani 17 September 2025.

Tim berisi 52 perwira tinggi dan menengah, dipimpin Komjen Chryshnanda Dwilaksana. Kapolri Listyo Sigit Prabowo bertindak sebagai pelindung, sementara Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menjadi penasihat.

Meski tim internal sudah bergerak, publik menanti pembentukan komite resmi dari Presiden. Menurut Bambang, pengumuman akan dilakukan setelah Prabowo pulang dari lawatan luar negeri pertengahan Oktober 2025.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.