MENU
Kondisi Zimbabwe di Tahun 2025 Setelah Uang 100 Triliun Pernah Dijadik...
WA FB
Berita

Kondisi Zimbabwe di Tahun 2025 Setelah Uang 100 Triliun Pernah Dijadikan Tisu Toilet

R Editor : Redaksi Sinata | 24 May 2025 | 01:53 WIB
Kondisi Zimbabwe di Tahun 2025 Setelah Uang 100 Triliun Pernah Dijadikan Tisu Toilet
Zimbabwe kini mulai menata kembali kehidupannya. Setelah sempat mencetak uang dengan nilai fantastis, 100 triliun dolar, pada 2008.

Mata Uang Baru: Zimbabwe Gold (ZIG)

Memasuki tahun 2024, Zimbabwe memperkenalkan mata uang baru bernama Zimbabwe Gold (ZIG), yang diklaim didukung cadangan emas nasional. Namun, adopsinya masih terbatas. Dolar AS tetap menjadi alat tukar utama di berbagai transaksi harian. Di pasar tradisional maupun modern seperti mall Joina City, warga cenderung memilih menggunakan dolar AS atau dompet digital lokal seperti EcoCash.

Nilai tukar ZIG terhadap dolar AS pun belum stabil. Per Mei 2025, 1 USD diperkirakan setara dengan 40 ZIG, menunjukkan bahwa masyarakat masih meragukan kestabilan mata uang baru ini.

Gaya Hidup Warga Lokal

Pasar-pasar tradisional di Harare tetap ramai dengan aktivitas ekonomi. Mulai dari penjual simcard, buah, sayuran segar hingga top-up dompet digital, semua berbaur dalam suasana yang hidup dan penuh warna. Meski berada di emperan trotoar, para pedagang tetap menjaga kebersihan dan kerapihan lapak mereka.

Harga kebutuhan pokok dan barang lainnya masih tergolong tinggi untuk standar lokal. Sebuah rok dijual seharga 15 USD, dan sebuah kursi mebel bisa dibanderol hingga 1.300 USD. Fakta ini membuka peluang besar bagi pengusaha Indonesia untuk menjajaki pasar ekspor ke Afrika, khususnya untuk produk furnitur.

Aman Untuk Wisatawan

Dibandingkan dengan kota-kota besar Afrika Timur seperti Nairobi atau Kampala, Harare dirasa lebih aman untuk wisatawan. "Di Nairobi, teman saya tak berani keluarkan ponsel di jalan. Di Harare, saya bisa bawa kamera tanpa rasa khawatir—asal bukan malam hari," ujarnya.

Satu momen unik yang mengakhiri perjalanan adalah ketika ia ditantang main catur oleh seorang warga lokal di pinggir jalan. "Ramah dan santai, itulah kesan saya terhadap warga Harare," tambahnya.

Terlepas dari label sebagai negara termiskin, Zimbabwe menunjukkan wajah lain yang tidak banyak disorot media internasional. Dengan sumber daya alam melimpah seperti emas dan mineral, tanah subur, serta penduduk yang dikenal berpendidikan tinggi, Zimbabwe sejatinya memiliki potensi besar untuk bangkit dari keterpurukan.

“Label ‘negara miskin’ terasa terlalu kasar. Di sini juga banyak orang kaya. Sama seperti negara-negara lain di dunia: selalu ada yang kaya dan ada yang miskin,” pungkasnya. (*)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.