MENU
Konflik AS-Israel dengan Iran Tinggalkan Warisan Polusi Beracun yang B...
WA FB
Berita

Konflik AS-Israel dengan Iran Tinggalkan Warisan Polusi Beracun yang Bisa Bertahan Puluhan Tahun

R Editor : Redaksi Sinata | 15 Mar 2026 | 20:17 WIB
Konflik AS-Israel dengan Iran Tinggalkan Warisan Polusi Beracun yang Bisa Bertahan Puluhan Tahun
Ilustrasi. (Ist)

Teheran, Sinata.id - Perang yang berkecamuk di Iran kini tidak hanya memakan korban manusia dan menghancurkan infrastruktur. Para ilmuwan memperingatkan ancaman polusi beracun yang dapat bertahan hingga beberapa dekade setelah perang berakhir.

Serangkaian serangan udara terhadap depot minyak, kilang, dan fasilitas energi di sekitar Teheran memicu kebakaran besar yang mengirimkan asap hitam pekat dan bahan kimia berbahaya ke atmosfer. Awan beracun itu kemudian bercampur dengan hujan dan turun kembali ke bumi dalam bentuk fenomena yang disebut “black rain” atau hujan hitam.

Bagi banyak warga Iran, fenomena ini terasa seperti mimpi buruk baru. Langit yang gelap oleh asap diikuti hujan berwarna hitam yang meninggalkan bau bahan bakar menyengat di udara.

Dikutip Minggu (15/3/2026), para ahli menjelaskan bahwa hujan hitam terjadi ketika jelaga, abu, dan senyawa kimia beracun dari kebakaran minyak bercampur dengan uap air di atmosfer. Ketika hujan turun, partikel-partikel berbahaya itu ikut jatuh ke tanah, mencemari lingkungan.

Campuran tersebut bisa mengandung berbagai zat berbahaya seperti hidrokarbon aromatik, sulfur dioksida, hingga logam berat, senyawa yang dikenal dapat memicu gangguan pernapasan, penyakit jantung, bahkan meningkatkan risiko kanker jika paparan berlangsung lama.

Sejumlah warga di sekitar Teheran bahkan melaporkan mata perih, sesak napas, dan iritasi kulit setelah hujan hitam turun di wilayah mereka.

Dampak lingkungan dari perang ini diperkirakan tidak akan hilang dalam waktu cepat. Para peneliti menyebut kebakaran besar pada fasilitas minyak dapat meninggalkan jejak polusi jangka panjang di udara, tanah, dan perairan.

Serangan terhadap infrastruktur energi juga melepaskan berbagai zat kimia yang dapat menetap di lingkungan dalam waktu lama. Bahkan setelah asap di udara menghilang, partikel beracun yang sudah jatuh ke tanah dapat terus mencemari ekosistem.

Beberapa analisis memperingatkan bahwa warisan polusi dari perang ini bisa bertahan selama beberapa dekade, terutama jika kebakaran minyak dan kerusakan fasilitas energi terus terjadi selama konflik berlangsung.

Masalah ini menjadi lebih serius karena banyak fasilitas minyak yang diserang berada dekat dengan kawasan padat penduduk.

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.