Pengaruh konflik ini tak hanya dirasakan oleh pejabat The Fed. Kenaikan pada imbal hasil obligasi pemerintah AS juga tercatat meningkat dalam beberapa hari terakhir, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap inflasi dan penurunan harapan atas pemangkasan suku bunga. Hal ini menandakan pasar keuangan kini menghadapi kombinasi volatilitas geopolitik dan ketidakpastian kebijakan moneter yang tidak biasa.
Dengan dinamika tersebut, para ekonom memperingatkan bahwa konflik ini dapat memperpanjang periode suku bunga tinggi di AS, atau setidaknya menunda langkah penurunan suku bunga yang selama ini dinantikan pasar, menjadikannya tantangan besar bagi stabilitas ekonomi global pada 2026. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.