Sementara itu, literasi digital menjadi salah satu solusi. Publik diajak untuk lebih kritis terhadap konten clickbait di platform digital dan tidak langsung membagikan informasi yang memicu emosi tanpa verifikasi.
Fenomena tren viral berbasis kontroversi di Indonesia menunjukkan bahwa kontroversi memang ampuh untuk menciptakan popularitas di media sosial. Namun, keberlanjutan popularitas tidak hanya bergantung pada viralitas. Kepercayaan publik tetap menjadi modal utama.
Bagaimana media sosial mendorong konten kontroversial memang sudah jelas melalui algoritma dan ekonomi perhatian. Tetapi, pertanyaan lebih penting adalah, sampai kapan strategi ini bisa bertahan? (A46)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.