MENU
Korban Tewas Kecelakaan Bus ALS di Muratara Bertambah Jadi 18 Orang
WA FB
Regional

Korban Tewas Kecelakaan Bus ALS di Muratara Bertambah Jadi 18 Orang

T Editor : Tigor Munthe | 09 May 2026 | 07:36 WIB
Korban Tewas Kecelakaan Bus ALS di Muratara Bertambah Jadi 18 Orang
Korban bus ALS diidentifikasi. (Foto: Idntimes)

Palembang, Sinata.id  – Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, kembali bertambah menjadi 18 orang.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Moh. Hasan Palembang, Kombes Pol. Budi Susanto mengatakan, dari total korban meninggal tersebut, 17 orang tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan.

“Untuk meninggal total ada 18 orang, 17 meninggal saat kejadian, dan satu orang meninggal dalam perawatan,” ujar Budi Susanto, Jumat (8/5/2026).

Ia menjelaskan, 17 korban yang meninggal di lokasi harus menjalani proses identifikasi Disaster Victim Identification (DVI) dan pemeriksaan DNA.

Sedangkan satu korban yang meninggal setelah dirawat tidak lagi menjalani proses identifikasi karena identitasnya sudah diketahui.

“Yang meninggal di Muratara itu tidak kita lakukan operasi DVI karena identitasnya jelas dan sebelumnya sudah dilakukan perawatan,” jelasnya.

Sebelumnya, jumlah korban tewas tercatat sebanyak 16 orang.

Dari jumlah itu, 14 korban merupakan penumpang dan awak Bus ALS, sedangkan dua lainnya adalah sopir dan kernet truk tangki.

Namun dalam proses ante mortem dan identifikasi lanjutan, tim forensik menemukan satu jenazah tambahan yang diduga merupakan anak berusia di bawah lima tahun.

Potongan tubuh tersebut ditemukan menempel pada jenazah perempuan dalam satu kantong jenazah.

“Body part ini ditemukan menempel di bawah ketiak jenazah perempuan dalam satu kantong jenazah yang dikirim,” kata Budi.

Menurutnya, kondisi itu terjadi karena tubuh korban saling menempel akibat terbakar saat kecelakaan terjadi.

“Dari hasil pemeriksaan awal, potongan tubuh tersebut diperkirakan anak usia di bawah lima tahun,” tambahnya.

Dengan penemuan tersebut, total jenazah yang diperiksa tim DVI bertambah menjadi 17 korban.

Selain penanganan korban meninggal, RS Bhayangkara Palembang juga menerima pasien rujukan dari RSUD Rupit Muratara untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Sekarang pasien sudah kita rawat di ruang ICU RS Bhayangkara Palembang,” pungkasnya. (A08)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.