MENU
Lansia di Landbouw Ngaku Tak Pernah Terima Susu PMT
WA FB
Simalungun

Lansia di Landbouw Ngaku Tak Pernah Terima Susu PMT

T Editor : Tumpal Pandapotan | 03 Nov 2025 | 19:26 WIB
Lansia di Landbouw Ngaku Tak Pernah Terima Susu PMT
Lansia di Nagori Landbouw mengaku tak pernah terima susu. (foto: sinata/sawal)

Simalungun, Sinata.id - Lansia yang berada di Nagori Landbouw, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun mengaku selama tahun 2025 tak pernah menerima susu program Pemberian Makan Tambahan (PMT) dari pemerintah nagori.

Hal ini disampaikan lansia yang ditemui di Huta I, Nagori Landbouw, Senin, 03 November 2025. Sukarti (70) mengatakan bahwa selama ini tak pernah menerima bantuan susu.

"Dulu pernah dikasih, tapi tahun lalu. Seingatku dikasih sekali susu kotak, sekali dikasih susu kaleng yang encer kayak Susu Beruang itu," ucapnya saat didampingi Narti dan Ameni lansia lainnya.

Ia menambahkan, susu yang diberikan susu merek Entrasol. Dan bila para lansia mengikuti kegiatan cek kesehatan di desa, mereka hanya diberikan roti Zebra harga seribuan.

"Kalau harga rotinya cuma seribuan sama Aqua gelas (air mineral, red). Kami sampai malas kalau datang ke kantor pangulu kalau di suruh cek kesehatan. Kalau cek kesehatan kami biasa dicek gula, tensi darah, cek pinggang, gitu-gitu lah," ungkapnya kesal.

Kemudian, jurnalis Sinata.id mendatangi kios grosir penyedia susu untuk PMT Nagori Landbouw yang berjarak sekitar 1 kilometer dari Nagori Landbouw. Dari keterangan warga, Pangulu Landbouw telah mengambil stok susu hingga Bulan Desember mendatang dan belum dibayar kepada pemilik grosir.

Kios kelontong itu tertulis milik J Siregar. Kios yang berada di Jalan Lintas Siantar Perdagangan, tepatnya di Nagori Marihat Bandar terlihat ramai pembeli. Sayangnya, sang pemilik di tempat ketika Sinata.id mendatangi kios tersebut.

Dani (42) warga Landbouw mengatakan bahwa sampai saat ini masyarakat banyak yang kecewa dengan kinerja pangulu Landbouw ini. Hal ini karena banyaknya dugaan penyelewengan Dana Desa di nagori tersebut.

"Masyarakat kecewa karena selama ini pangulu tak terbuka ke masyarakat, plang informasi desa baru tahun ini dipasang. Itupun ketika kami ribut. Lalu, kerjaan rabat beton tahun ini masih kurang panjangnya," ucapnya.

Pangulu Landbouw, Haidir Jailani ketika dihubungi via WhatsApp membantah adanya tudingan tersebut. Ia mengatakan bahwa selama ini program PMT berjalan sesuai dengan ketentuan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.