MENU
📍Siantar 📍Simalungun 📍Medan 📍Singkil 📍Taput 📍Sibolga
Lawan Iblis dengan Iman yang Teguh dan Hati yang Penuh Kasih Karunia
WA FB
Religi

Lawan Iblis dengan Iman yang Teguh dan Hati yang Penuh Kasih Karunia

F Editor : Ferry SP Sinamo | 07 May 2026 | 07:00 WIB
Lawan Iblis dengan Iman yang Teguh dan Hati yang Penuh Kasih Karunia
Ps Dion Panomban

Oleh : Ps Dion Panomban

Saat Teduh abbah Home Family Kamis, 7 Mei 2026

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang tanpa sadar lebih sibuk mengkritik, menghakimi, dan melihat kelemahan orang lain daripada membangun sesama dengan kasih. Padahal, Firman Tuhan mengajarkan agar setiap orang percaya hidup dalam kasih karunia yang memulihkan, bukan dalam penghakiman yang meruntuhkan.

Hati yang terluka dan tidak dipulihkan sering kali melahirkan kata-kata yang tajam, penuh kemarahan, dan penghakiman. Akibatnya, bukan hanya orang lain yang terluka, tetapi hidup kita sendiri juga menjadi hancur oleh kepahitan dan emosi yang tidak terkendali.

Karena itu, umat percaya diajak untuk memenuhi hidup dengan kasih karunia Tuhan serta perkataan yang membangun, menguatkan, dan membawa damai sejahtera.

Pembacaan Alkitab

Alkitab – 1 Petrus 5:8-11 (TB)

“Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.

Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.

Ialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya! Amin.”

Firman Tuhan dalam bagian ini mengingatkan bahwa kehidupan rohani bukanlah sesuatu yang bisa dijalani dengan lengah. Orang percaya harus sadar dan berjaga-jaga karena iblis terus mencari celah untuk menjatuhkan manusia.

Iblis diumpamakan seperti singa yang mengaum karena ia datang dengan intimidasi, ketakutan, dan ancaman untuk melemahkan iman. Bahkan Alkitab menyebut iblis ingin “menelan”, bukan sekadar menekan. Hal ini menggambarkan bahwa tujuan iblis adalah menghancurkan total kehidupan manusia, iman, damai sejahtera, bahkan masa depan rohani seseorang.

Namun Firman Tuhan juga memberikan pengharapan. Orang percaya tidak melawan dengan kekuatan sendiri, melainkan dengan iman yang teguh kepada Tuhan. Ketika tetap percaya dan bersandar kepada Tuhan, maka kasih karunia-Nya akan meneguhkan, menguatkan, dan mengokohkan hidup setiap umat-Nya.

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.