MENU
Lendir Menumpuk di Tenggorokan dan Paru? Ini Cara Aman Menguranginya
WA FB
News

Lendir Menumpuk di Tenggorokan dan Paru? Ini Cara Aman Menguranginya

T Editor : Tumpal Pandapotan | 24 Feb 2026 | 19:34 WIB
Lendir Menumpuk di Tenggorokan dan Paru? Ini Cara Aman Menguranginya
Ilustrasi

Jakarta, Sinata.id - Lendir yang berlebihan di tenggorokan dan paru-paru kerap muncul saat seseorang mengalami pilek, flu, atau infeksi saluran pernapasan. Meski secara alami berfungsi melindungi tubuh dari kuman, produksi yang terlalu banyak dan kental dapat memicu batuk berkepanjangan, rasa berat di dada, hingga gangguan bernapas. Dalam kasus tertentu, kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko infeksi lanjutan bila tidak tertangani dengan baik.

Secara medis, lendir diproduksi sebagai bagian dari sistem pertahanan tubuh untuk menangkap partikel asing seperti debu, virus, dan bakteri. Namun ketika teksturnya mengental dan sulit dikeluarkan, saluran napas dapat tersumbat dan memperburuk peradangan.

Pada penderita penyakit paru kronis seperti bronkitis kronis atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), pengendalian lendir bahkan menjadi bagian penting dari terapi jangka panjang.

Berikut sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi lendir secara aman:

Perbanyak konsumsi cairan hangat

Asupan cairan yang cukup, terutama dalam bentuk hangat, membantu mengencerkan lendir sehingga lebih mudah dikeluarkan melalui batuk. Air hangat, teh tanpa kafein berlebihan, atau kaldu dapat menjadi pilihan. Beberapa jenis teh, seperti teh hijau, mengandung antioksidan yang berpotensi membantu meredakan peradangan, meski efektivitasnya masih memerlukan penelitian lanjutan.

Manfaatkan udara lembap

Udara yang lembap dapat membantu melonggarkan lendir di saluran napas. Penggunaan alat pelembap udara (humidifier) di dalam ruangan atau menghirup uap air hangat saat mandi dapat membantu membuka saluran pernapasan. Uap air bekerja dengan meningkatkan kelembapan saluran napas sehingga lendir lebih mudah keluar.

Pertimbangkan bahan herbal secara bijak

Sejumlah bahan alami seperti jahe, kunyit, dan bawang putih diketahui memiliki sifat antiinflamasi. Jahe dapat membantu meredakan iritasi tenggorokan, sementara kurkumin dalam kunyit berpotensi menekan proses peradangan. Beberapa penelitian laboratorium pada hewan juga menunjukkan senyawa dalam bawang putih dapat memengaruhi produksi lendir. Namun, bukti klinis pada manusia masih terbatas sehingga penggunaannya sebaiknya tidak menggantikan terapi medis.

Gunakan minyak esensial dengan hati-hati

Minyak peppermint yang mengandung mentol dan minyak eucalyptus kerap dimanfaatkan untuk membantu melegakan pernapasan. Produk ini biasanya digunakan dengan cara dihirup sebagai uap atau dioleskan secara topikal di area dada. Penting untuk memastikan minyak esensial telah diencerkan sebelum digunakan dan tidak dikonsumsi secara langsung karena dapat berbahaya bila tertelan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.