MENU
Libur Sekolah, MBG Tetap Berjalan: Diambil atau Tidak Terserah
WA FB
Nasional

Libur Sekolah, MBG Tetap Berjalan: Diambil atau Tidak Terserah

R Editor : Redaksi Sinata | 23 Dec 2025 | 17:27 WIB
Libur Sekolah, MBG Tetap Berjalan: Diambil atau Tidak Terserah
Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan saat libur sekolah dengan skema fleksibel, BGN menegaskan bantuan tidak wajib diambil dan tetap disiapkan bagi keluarga yang membutuhkan. (Ilustrasi)

Sinata.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap beroperasi meski kalender sekolah memasuki masa libur. Namun pemerintah menegaskan, pelaksanaannya tidak bersifat wajib dan dirancang fleksibel, menyusul munculnya keluhan sebagian orang tua terkait kewajiban datang ke sekolah untuk mengambil paket makanan di tengah liburan.

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menekankan bahwa kebijakan ini bertujuan menjaga layanan gizi bagi keluarga yang masih membutuhkan, tanpa membebani mereka yang berhalangan.

"Orang tua tidak diwajibkan mengambil paket jika terkendala teknis, sedang bepergian, atau memilih tidak memanfaatkan layanan selama libur," ujarnya, Selasa (23/12/2025).

Menurut Dadan, skema fleksibel tersebut disiapkan agar bantuan gizi tetap tersedia bagi penerima yang menjadikannya penopang kebutuhan harian, sekaligus memberi ruang bagi keluarga untuk menyesuaikan dengan kondisi masing-masing selama masa liburan.

Ia menjelaskan, keberlanjutan layanan selama libur sekolah penting karena sasaran program tidak terbatas pada peserta didik. Program ini juga menyasar kelompok rentan yang membutuhkan intervensi gizi berkelanjutan—sebuah upaya yang tidak terikat pada jadwal akademik.

Kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita menjadi prioritas utama. Pemerintah menilai fase awal kehidupan—yang dikenal sebagai 1.000 hari pertama—merupakan periode krusial yang tidak bisa ditunda. Karena itu, jeda layanan gizi dinilai berisiko bagi kesehatan jangka panjang.

Dengan pendekatan ini, pemerintah ingin memastikan dua hal berjalan seiring: layanan gizi tetap hadir bagi yang membutuhkan, dan keluarga tetap memiliki keleluasaan menentukan pilihan selama libur sekolah. Pesannya jelas—program berjalan, bantuan tersedia, tetapi tidak ada paksaan bagi penerima. [a46]

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.