MENU
Longsor Mardame Tewaskan Satu Keluarga, Banjir Meluas di Badiri, Sarud...
WA FB
News

Longsor Mardame Tewaskan Satu Keluarga, Banjir Meluas di Badiri, Sarudik, Lumut, dan Sibolga

R Editor : Redaksi Sinata | 25 Nov 2025 | 16:38 WIB
Longsor Mardame Tewaskan Satu Keluarga, Banjir Meluas di Badiri, Sarudik, Lumut, dan Sibolga
Banjir dan longsor melanda puluhan wilayah di Tapteng–Sibolga, mulai Badiri, Pandan, Sarudik, Lumut hingga Kolang. (Ist)

Sinata.id - Hujan deras berhari-hari mengubah Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga menjadi kawasan darurat bencana. Dari perbukitan hingga pemukiman pesisir, banjir dan longsor muncul hampir serentak di puluhan titik, memutus jalan, merendam ribuan rumah, dan membuat sejumlah kecamatan terisolasi.

Kecamatan Badiri menjadi salah satu wilayah terdampak paling luas.

Banjir merendam Dusun 1, 3, dan 4 Aek Horsik; Dusun 3 Muara Pinang; Desa Sijago-jago Dusun 1 & 2; dan Desa Gunung Kelambu.

Di wilayah yang sama, longsor terjadi di Dusun 2 P. Honas, memutus akses warga menuju jalan utama.

Curah hujan ekstrem membuat Desa Parjalihotan Baru dikepung air setinggi lutut hingga pinggang orang dewasa.

Aktivitas warga lumpuh total.

Sementara itu di Kecamatan Lumut juga mengalami dua bencana sekaligus.

Genangan ditemukan di Lingkungan 2 Lumut; Dusun 1, 2, 3 Desa Lumut Maju; dan Desa Lumut Nauli.

Sementara longsor di Lingkungan 6 dan Lingkungan 5 Simarlelan merusak sejumlah rumah dan menutup jalur desa.

Belasan Lingkungan Terdampak

Banjir besar meluas di Kecamatan Sarudik, meliputi Kelurahan Pasir Bidang (Lingkungan 1–7), Kelurahan Pondok Batu (1–3), Kelurahan Sibuluan Nalambok (1–6), Kelurahan Sarudik (1, 2, 3, 5, 8), dan Lingkungan 2 Eka Satria.

Sebagian warga mengungsi karena air mencapai satu meter pada titik terendah.

Kecamatan Tukka jgua menghadapi banjir besar di Jalan Humala Tambunan, Lingkungan 4 Kelurahan Hutanabolon, dan Lorong 1 Kampung Martua.

Air deras dari arah pegunungan menyebabkan kampung-kampung terputus sementara.

Wilayah Pandan termasuk yang paling parah. Banjir ditemukan di Kelurahan Sibuluan Indah, Jalan A.R. Surbakti (Tugu Ikan), Perumahan Pandan Asri, Perdagangan Lubuk Tukko, serta Perumahan BTN Sekolah Aksara.

Sejumlah sekolah dilaporkan rusak akibat longsor di Sitahuis dan erosi di bantaran sungai.

Di kecamatan ini, air menggenangi Kelurahan Tapian Nauli 2, Pasar Onan, dan Wilayah Barung-barung.

Longsor juga muncul di Jalan Poriaha Julu dan Jalan Lintas Rampah.

Kelurahan Kolang menjadi pusat banjir terbesar.

BPBD mencatat lebih dari 1.200 keluarga terdampak hanya dari wilayah ini.

Sitahuis juga menjadi sorotan karena dua bencana besar, yakni Longsor Mardame yang menyebabkan empat warga dalam satu keluarga tewas.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.