Longsor dini hari menimbun rumah di Dusun 1 Desa Mardame hingga menewaskan ibu dan tiga anaknya.
Material tanah dan batu menutup juga Jalan Parsikkaman dan Jalan Kelurahan Nauli, membuat ribuan kendaraan terjebak hingga berjam-jam.
4 Kecamatan Tergenang
Sibolga turut dihantam banjir bandang.
Wilayah terdampak meliputi Sibolga Kota, Sibolga Sambas, Sibolga Selatan, dan Sibolga Utara.
Ketinggian air 30–50 cm membuat ratusan rumah terendam, sementara aktivitas sekolah dan pasar terhenti.
Di Kelurahan Sibuluan Nauli, Pandan, luapan Sungai Sipan Sihaporas membuat air naik hampir 2 meter.
Banyak warga mengungsi karena rumah mereka tak lagi bisa ditempati.
1.902 Keluarga Terdampak Bencana di Tapteng
Pusat Pengendalian Operasi PB Sumut merilis data sementara bahwa 1.902 keluarga di tujuh kecamatan Tapteng terdampak langsung banjir dan longsor.
Wilayah tersebut meliputi Kolang, Sarudik, Pandan, Lumut, Barus, Tukka, dan Badiri.
Kadis Kominfo Tapteng, Sonny Juanda Nasution, menyebut jaringan Telkomsel lumpuh sejak pukul 11.00 WIB, membuat pelaporan dan koordinasi lapangan tersendat.
Pemkab Tapteng dibantu BPBD, Basarnas, TNI, Polri, guna melakukan evakuasi, membuka dapur umum, dan membagikan bantuan logistik.
BMKG memperingatkan hujan ekstrem masih mungkin terjadi hingga Desember.
Puluhan wilayah terdampak banjir dan longsor di Tapteng–Sibolga, mencakup desa, dusun, kelurahan, hingga jalur nasional.
Ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal, sejumlah wilayah terisolasi, dan kerusakan infrastruktur terus bertambah.
Bencana masih berlangsung. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan petugas lapangan. [bkr]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.