MENU
Lonjakan Campak Awal 2026 Disorot, Kemenkes Kaitkan Peningkatan Kasus...
WA FB
Nasional

Lonjakan Campak Awal 2026 Disorot, Kemenkes Kaitkan Peningkatan Kasus dengan Libur Nataru

R Editor : Redaksi Sinata | 11 Mar 2026 | 12:53 WIB
Lonjakan Campak Awal 2026 Disorot, Kemenkes Kaitkan Peningkatan Kasus dengan Libur Nataru
Lonjakan kasus campak di awal 2026 memicu puluhan KLB di sejumlah daerah. Kemenkes menyebut tingginya mobilitas masyarakat saat libur Natal dan Tahun Baru menjadi salah satu pemicu peningkatan penularan. (Ilustrasi - lombokbaratkab.go.id)

Jakarta, Sinata.id — Lonjakan kasus campak yang terjadi pada awal tahun 2026 mulai mendapat perhatian serius pemerintah. Kementerian Kesehatan menilai peningkatan tersebut tidak lepas dari tingginya mobilitas masyarakat saat masa libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Data pemantauan hingga pekan ke-8 tahun 2026 mencatat lebih dari 10 ribu laporan suspek campak di berbagai daerah di Indonesia. Angka tersebut terus bertambah dari minggu ke minggu dan menjadi salah satu sinyal kewaspadaan bagi otoritas kesehatan nasional.

Sekretaris Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengatakan pola peningkatan kasus campak kerap muncul setelah periode libur besar ketika aktivitas masyarakat meningkat dan interaksi sosial lebih intens.

“Jika kita perhatikan, kasus pada Januari memang cenderung meningkat dibanding periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya,” ujar Andi dalam pemaparan perkembangan kasus campak.

Menurutnya, grafik pemantauan Kemenkes menunjukkan lonjakan kasus sering kali muncul berdekatan dengan periode libur panjang, termasuk saat masyarakat banyak melakukan perjalanan atau berkumpul dalam jumlah besar.

Puluhan KLB di Berbagai Wilayah

Selain lonjakan kasus suspek, pemerintah juga mencatat munculnya 45 kejadian luar biasa (KLB) campak di berbagai daerah hingga awal tahun ini. Kasus tersebut tersebar di 29 kabupaten/kota pada 11 provinsi di Indonesia.

Beberapa wilayah yang melaporkan KLB antara lain Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.

Kemenkes menyebut lonjakan kasus sempat mencapai puncaknya pada Januari, sebelum mulai menunjukkan tren penurunan pada Februari. Meski begitu, kewaspadaan tetap diminta ditingkatkan mengingat potensi penularan masih tinggi.

Waspada Menjelang Libur Panjang Berikutnya

Pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati menjelang periode libur panjang berikutnya, termasuk momentum mudik Lebaran. Mobilitas yang meningkat dan potensi kerumunan dinilai dapat mempercepat penyebaran penyakit menular seperti campak.

Andi mengingatkan masyarakat untuk tidak bepergian jika mengalami gejala yang mengarah pada campak.

“Jika ada anak atau anggota keluarga dengan demam dan muncul ruam yang mengarah ke campak, sebaiknya tidak bepergian dulu dan segera memeriksakan diri,” katanya.

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.