Salah satu daerah yang telah menerapkannya adalah Banyuwangi.
“Kalau 42 daerah ini sukses, Oktober tahun ini akan dilakukan peluncuran nasional sehingga seluruh 514 kabupaten dan kota dapat terhubung,” ujar Luhut.
Selain penguatan GovTech, Presiden Prabowo juga memberikan arahan terkait pengembangan pusat keuangan internasional (International Financial Center) dan skema family office guna meningkatkan daya tarik investasi Indonesia di tingkat global.
Di sektor pelayanan publik, pemerintah menargetkan peluncuran digital single ID pada akhir 2026. Sistem identitas digital terpadu berbasis AI tersebut diharapkan mampu membuat penyaluran bantuan sosial dan berbagai program transfer langsung pemerintah menjadi lebih tepat sasaran.
Luhut menegaskan transformasi digital yang tengah dilakukan merupakan langkah besar menuju pemerintahan modern berbasis data.
Ia optimistis Indonesia dapat menjadi salah satu negara berpenduduk besar pertama yang menerapkan sistem pemerintahan digital berbasis AI secara menyeluruh.
“Semua akan dapat dimonitor melalui sistem ini. Yang membanggakan, sistem tersebut dibangun oleh anak-anak Indonesia,” pungkasnya. (A08)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.