Asahan, Sinata.id — Kemunculan mamalia laut yang diduga lumba-lumba putih di perairan Asahan sempat mengundang perhatian publik dan viral di media sosial. Namun otoritas konservasi memastikan peristiwa tersebut bukanlah kejadian luar biasa dan tidak menandakan adanya kondisi darurat pada satwa dilindungi tersebut.
Unit Pelaksana Teknis Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Tanjung Balai menegaskan, keberadaan lumba-lumba di kawasan tersebut masih berada dalam batas wajar jalur jelajah alaminya. Lokasi kemunculan disebut relatif dekat dengan laut lepas Selat Malaka.
Polisi Kehutanan Ahli Pertama BKSDA Tanjung Balai, Farid Ali Harahap, menjelaskan bahwa jarak antara titik kemunculan di Sungai Paham dengan muara Bagan Asahan hanya sekitar 11 kilometer.
“Kalau dilihat dari jaraknya ke laut lepas, sekitar 11 kilometer. Untuk pergerakan lumba-lumba, ini masih tergolong normal dan lumrah,” ujar Farid, dikutip Rabu (14/1/2026).
Menurut Farid, hasil pemantauan tim gabungan memastikan kondisi satwa tersebut tidak terjebak, apalagi terdampar. Lumba-lumba terlihat berenang bebas dan tidak menunjukkan tanda-tanda stres akibat aktivitas manusia atau perubahan lingkungan ekstrem.
“Posisinya tidak terperangkap. Ia bergerak bebas di perairan dan tidak menunjukkan kondisi darurat,” katanya.
BKSDA juga menyampaikan bahwa sejak dilakukan pengecekan lanjutan hingga Senin (12/1/2026), tidak ada lagi laporan maupun temuan visual terkait kemunculan lumba-lumba putih tersebut.
“Indikasi kuat, satwa itu sudah kembali ke habitat alaminya di laut lepas,” tutup Farid.
Sebelumnya, sebuah video amatir yang merekam kemunculan hewan laut berwarna terang di perairan Asahan beredar luas di media sosial dan memicu rasa penasaran warga. Dalam rekaman tersebut, hewan yang diduga lumba-lumba putih tampak beberapa kali muncul ke permukaan air, diduga untuk mengambil oksigen.
Peristiwa itu terjadi di wilayah Desa Sei Paham, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan, dan disebut jarang disaksikan warga setempat.
Seorang warga, Wan Faisal, mengungkapkan bahwa kejadian tersebut berlangsung pada Sabtu (10/1/2026) dan langsung menarik perhatian masyarakat sekitar.
“Kejadian seperti ini jarang sekali. Waktu itu warga yang melintas langsung berhenti dan merekam,” kata Wan Faisal.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.