MENU
Madrasah Harus Cetak Generasi Muslim Melek Teknologi, Bukan Hanya Fiqi...
WA FB
Nasional

Madrasah Harus Cetak Generasi Muslim Melek Teknologi, Bukan Hanya Fiqih dan Tauhid

R Editor : Redaksi Sinata | 11 Nov 2025 | 19:25 WIB
Madrasah Harus Cetak Generasi Muslim Melek Teknologi, Bukan Hanya Fiqih dan Tauhid
Romo Muhammad Syafi’i. (Ist)

“Pelaku perjuangan kemerdekaan banyak berasal dari kalangan santri. Itu bukti nyata kontribusi madrasah dalam sejarah bangsa,” tambahnya.

Olimpiade Madrasah Indonesia, Panggung Inovasi Santri

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Prof. Amin Suyitno, menjelaskan bahwa Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) merupakan ajang baru hasil penggabungan berbagai kompetisi sains madrasah sebelumnya. Tahun ini menjadi momen perdana penyelenggaraannya.

“Kami satukan seluruh kompetisi sains madrasah menjadi satu wadah bernama OMI. Tujuannya mendukung Asta Cita Presiden, khususnya cita keempat, yakni menciptakan SDM unggul yang berdaya saing global,” ujar Amin.

Dari lebih dari 204.000 peserta madrasah di seluruh Indonesia, hanya 484 siswa terbaik yang berhasil melaju ke grand final. Mereka datang membawa inovasi penelitian mulai dari bidang kesehatan, teknologi, hingga kecerdasan buatan (AI).

“Anak-anak madrasah kini tidak hanya belajar kitab, tapi juga melakukan riset empiris. Ada yang membuat alat kesehatan digital, bahkan proyek teknologi ramah lingkungan,” jelasnya.

Islam dan Teknologi Digital

OMI 2025 mengusung tema “Islam dan Teknologi Digital: Inovasi Sains untuk Generasi Indonesia Maju yang Berdaya Saing Global.”

Acara ini berlangsung di Kota Tangerang hingga 14 November 2025, diikuti peserta dari seluruh provinsi.

Ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga wadah kolaborasi dan pertukaran ide antar generasi muda madrasah untuk membangun masa depan pendidikan Islam yang modern, terbuka, dan inovatif.

Madrasah adalah Masa Depan

Kemenag menegaskan, dengan arah baru ini, madrasah bukan lagi dipandang sebagai lembaga pendidikan alternatif, melainkan sebagai pusat lahirnya generasi Muslim yang menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan moralitas.

“Madrasah adalah masa depan. Dari sinilah akan lahir generasi yang religius sekaligus cerdas digital,” pungkas Romo Syafi’i. [a46]


penulis: zainal efendi sumber: -

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.