Oleh: Pdt. Manser Sagala, M.Th
Peristiwa penantian murid-murid Yesus akan janji pencurahan Roh Kudus merupakan salah satu momen paling krusial dalam sejarah Gereja mula-mula. Masa ini sering disebut sebagai masa “antara”, yaitu rentang waktu antara kenaikan Yesus ke surga hingga hari Pentakosta.
Berikut penjelasan berdasarkan urutan peristiwa dan firman Tuhan:
Janji dan Perintah Yesus
Sebelum naik ke surga, Yesus memberikan instruksi yang sangat spesifik. Ia melarang murid-murid-Nya meninggalkan Yerusalem, bukan karena kota itu aman, melainkan karena Yerusalem adalah tempat yang telah ditetapkan untuk penggenapan janji Bapa.
Firman Tuhan: “Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka menantikan janji Bapa, yang—demikian kata-Nya ‘telah kamu dengar dari pada-Ku.’” (Kisah Para Rasul 1:4)
Tujuan Penantian: Menerima Kuasa
Yesus menjelaskan bahwa kepenuhan Roh Kudus bukan sekadar pengalaman emosional, melainkan pemberian kuasa (dunamis) untuk menjadi saksi-Nya hingga ke seluruh dunia.
Firman Tuhan: “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah Para Rasul 1:8)
Sikap Murid-Murid dalam Menanti
Masa penantian ini berlangsung selama 10 hari, sejak kenaikan Yesus hingga Pentakosta. Alkitab mencatat bagaimana kualitas penantian mereka:
Sehati dalam doa: Mereka tidak hanya menunggu, tetapi bertekun dalam doa dengan satu hati.
Ketaatan: Mereka tetap berkumpul di ruang atas (loteng) di Yerusalem.
Persatuan: Sekitar 120 orang, termasuk Maria, ibu Yesus, serta saudara-saudara Yesus, meninggalkan ego masing-masing untuk satu tujuan.
Firman Tuhan: “Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.” (Kisah Para Rasul 1:14)
Penggenapan: Hari Pentakosta
Ketika waktu Tuhan digenapi, yaitu pada hari ke-50 setelah Paskah, janji itu terjadi secara dahsyat. Roh Kudus turun bukan lagi sebagai “tamu” sementara, melainkan tinggal di dalam orang percaya.
Manifestasi yang terjadi antara lain:
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.