MENU
Makna Ritual Pho Tho dan Chau Thu Dalam Budaya Tionghoa
WA FB
Regional

Makna Ritual Pho Tho dan Chau Thu Dalam Budaya Tionghoa

R Editor : Redaksi Sinata | 16 Aug 2025 | 12:01 WIB
Makna Ritual Pho Tho dan Chau Thu Dalam Budaya Tionghoa
Rudi Wu S.Pd, S.H, M.H

Dalam hal ini, dimana, kondisi roh/arwah bergantung pada kondisi batin masing-masing. Kedua aktivitas diatas mengisaratkan perwujudan nilai sosial dan rasa bakti antar-generasi.

Secara praktis, kedua ritual tersebut saling melengkapi. Pelimpahan jasa memberi landasan doktrin logis, sedangkan penyeberangan arwah memberikan dimensi budaya dan emosional. Keduanya mendorong umat untuk berbuat kebajikan nyata, membantu transformasi batin arwah, dan menepis anggapan tahyul bahwa pahala bisa berpindah secara instan hanya lewat ritual.

Ajaran Buddha menegaskan setiap makhluk adalah pemilik kamma masing-masing (atta hi attano nātho, diri adalah pelindung bagi diri sendiri). Tindakan spiritual semata bersifat kondisional, bukan jaminan mutlak. Roh yang semasa hidup berbuat kebajikan akan lebih mudah terhubung dengan jasa yang dilimpahkan.

Singkat kata, Pho Tho maupun Chau Thu bukan sekadar ritual, melainkan perwujudan nyata akan sifat cinta kasih, welas asih, dan pemahaman mendalam dalam memperkuat hubungan dengan semua makhluk melampaui batas kehidupan dan kematian. Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta. Sadhu, Sadhu, Sadhu! (*)

Penulis adalah Ketua DPD RDDI (Rohaniawan Dharma Duta Indonesia) Sumatera Utara

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.