Medan, Sinata.id - Masyarakat Sumatera Utara (Sumut) benar-benar merasakan manfaat dari Program Universal Health Coverage (UHC) yang diwujudkan Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution, melalui Program Berobat Gratis (Probis) Sumut Berkah.
Melalui program ini, masyarakat cukup membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk mendapatkan layanan kesehatan yang adil dan berkualitas di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Seorang pasien di Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan, Sampurna Munte, mengaku puas dengan pelayanan yang diterimanya melalui program berobat gratis tersebut. Menurutnya, program ini sangat membantu, terutama bagi masyarakat yang belum memiliki jaminan kesehatan.
"Program ini sudah terbukti sangat membantu masyarakat seperti saya yang tidak memiliki jaminan kesehatan. Ketika saya sakit demam tinggi kemarin, saya cukup membawa KTP dan datang ke RS Haji ini untuk berobat, saya langsung ditangani dengan baik,” ujar Sampurna, di RSU Haji Medan, Jalan Rumah Sakit Haji Medan Nomor 47, Kamis (16/10/2025).
Dijelaskan Sampurna, sebelumnya dia mendapatkan informasi dari saudara sepupu terkait dengan program berobat gratis.
“Saya tahu program ini dari kakak sepupu, anaknya sakit demam tinggi juga dan Alhamdulillah, berobat di RSU Haji Medan sekarang sudah sembuh. Kalau dihitung biayanya nggak kemana Rp3 juta lah dan semuanya diberikan gratis,” katanya.
Sampurna juga menilai pelayanan kesehatan yang diberikan juga sangat baik. Prosesnya juga sangat cepat.
"Saya masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD), tidak lama menunggu, saya langsung ditangani, diinfus dan dikasih obat. Sebelumnya saya merasa mual, sekarang sudah tidak ada lagi. Pelayanan di sini Alhamdulillah, sangat luar biasa. Semoga program ini dapat terus berjalan dan membantu banyak masyarakat,” harap Sampurna, yang kesehariannya berprofesi sebagai guru honor.
Pasien lainnya, Ahmad Idul Fitri Lubis, warga Jalan Pasar V Medan yang ditemui di RSU Haji Medan, juga mengaku puas dengan Program Berobat Gratis Sumut Berkah.
“Saya merasa puas sekali berobat di sini. Awalnya saya berobat jalan karena demam, lalu karena demam saya semakin tinggi, jadi saya disarankan rawat inap hanya dengan menggunakan KTP saja,” ujar Ahmad.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.