Selama tiga hari dirawat di RSU Haji Medan, Ahmad mengatakan, pelayanan kesehatan yang diberikan sangat baik. Mulai dari perawat yang ramah dan tepat waktu dalam melayani, hingga obat dan makanan diatur dengan baik.
“Selama berobat di sini saya tidak ada kendala, pada saat mendaftar memang ada antre sebentar setelah itu saya langsung ditangani, tidak ribet cukup bawa KTP saja,” katanya.
Ahmad juga berharap program ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat Sumut. “Terima kasih Pak Gubernur Sumut, semoga program ini dapat terus sukses dan berlanjut,” harapnya.
Direktur RSU Haji Medan Sri Suriani Purnamawati mengakui, setelah Program Berobat Gratis Sumut Berkah diberlakukan di Sumut, jumlah pasien yang berobat dengan hanya membawa KTP meningkat signifikan. Sempat ada kendala seperti persoalan administratif, perbedaan data kepesertaan dan keterlambatan verifikasi di sistem BPJS Kesehatan.
Untuk mengatasinya, menurut Sri, RSU Haji Medan telah mengambil sejumlah langkah, dengan menambah tenaga kesehatan dan staf administrasi untuk mempercepat proses pelayanan pasien.
Meningkatkan sistem informasi dan koordinasi dengan BPJS Kesehatan, agar validasi data peserta lebih cepat dan akurat. Mengoptimalkan manajemen antrean dan pelayanan berbasis elektronik, guna mengurangi waktu tunggu pasien serta melakukan evaluasi rutin terhadap mutu pelayanan dan kepuasan pasien peserta UHC.
“Rumah sakit sudah menyesuaikan sistem administrasi agar pelayanan tetap cepat dan tidak terhambat proses verifikasi. Kami juga terus meningkatkan koordinasi dengan BPJS Kesehatan agar klaim pelayanan dapat berjalan lancar dan tenaga kesehatan bisa fokus memberikan pelayanan terbaik,” ujar Sri.
Dikatakannya, RSU Haji Medan berkomitmen penuh untuk mendukung pelaksanaan Program Berobat Gratis (Probis) Sumut Berkah.
Sejak program ini dijalankan, pihaknya telah melakukan berbagai langkah strategis, seperti meningkatkan sistem administrasi pelayanan, agar pasien dapat dilayani cukup dengan menunjukkan KTP, tanpa terkendala verifikasi kepesertaan.
Lalu, memperkuat koordinasi dengan BPJS Kesehatan untuk memperlancar proses klaim dan memastikan pelayanan berjalan tanpa hambatan administratif.
Selain itu, menambah dan menyesuaikan tenaga kesehatan serta fasilitas pendukung, agar kapasitas layanan mampu mengimbangi peningkatan jumlah pasien.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.