MENU
MBG Bagi Ibu dan Balita, Netty Sorot Kualitas Gizi dan Pemanfaatan Pan...
WA FB
Nasional

MBG Bagi Ibu dan Balita, Netty Sorot Kualitas Gizi dan Pemanfaatan Pangan Lokal

G Editor : Gunawan Purba | 31 Dec 2025 | 14:15 WIB
MBG Bagi Ibu dan Balita, Netty Sorot Kualitas Gizi dan Pemanfaatan Pangan Lokal
Netty Aher

Jakarta, Sinata.id – Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Program tersebut telah mulai diimplementasikan di sejumlah daerah.

Menurut Netty, penyaluran MBG kepada kelompok ibu dan balita merupakan langkah yang sangat penting. Ia menilai pemenuhan kebutuhan gizi pada masa 1.000 hari pertama kehidupan berperan besar dalam menentukan kondisi kesehatan dan perkembangan anak di masa mendatang.

“Program MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita merupakan bentuk intervensi yang sangat strategis. Asupan gizi yang cukup pada periode awal kehidupan menjadi fondasi utama bagi tumbuh kembang anak,” ujar Netty di Jakarta, Selasa (30/12/2025).

Netty juga menilai keterlibatan posyandu, kader kesehatan, serta Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam proses distribusi MBG sebagai langkah yang tepat.

Menurutnya, para kader memiliki kedekatan dengan masyarakat serta telah membangun kepercayaan di tingkat desa. Ia pun mengapresiasi sistem pengantaran langsung ke rumah bagi penerima manfaat yang mengalami keterbatasan mobilitas.

“Kader dan bidan memiliki peran yang sangat vital di lapangan. Mereka memastikan bantuan tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran,” katanya.

Terkait kualitas gizi, Netty menekankan tentang pentingnya penyusunan menu MBG yang benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan kesehatan ibu dan balita.

Ia menyambut positif masukan dari para ahli gizi masyarakat yang mengingatkan agar menu MBG tidak didominasi makanan ultra-processed food (UPF) seperti burger, spageti, dan sejenisnya.

“Pandangan para ahli tentu menjadi bahan evaluasi yang berharga. MBG idealnya menyajikan makanan segar, bergizi seimbang, dan sesuai dengan kebutuhan kelompok penerima,” jelasnya.

Lebih lanjut, Netty menilai penggunaan bahan pangan lokal dalam menu MBG merupakan langkah yang tepat. Selain meningkatkan kualitas asupan gizi, pendekatan ini juga dapat mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.

Ia menyoroti potensi sumber protein lokal seperti ikan, telur, dan berbagai bahan pangan khas daerah yang dinilai sangat layak dimaksimalkan.

“Indonesia memiliki kekayaan pangan lokal dengan nilai gizi tinggi. Pemanfaatan bahan lokal tidak hanya lebih sehat, tetapi juga membantu menggerakkan perekonomian daerah dan memudahkan pengawasan mutu,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.