Meski demikian, Netty menegaskan perlunya evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan program MBG. Ia mencermati adanya sejumlah masukan dari masyarakat, mulai dari variasi menu yang masih terbatas, cita rasa yang kurang sesuai untuk balita, hingga potensi terjadinya sisa makanan.
“Masukan dari penerima manfaat harus dipandang sebagai bahan perbaikan. Pemerintah perlu terus menyempurnakan menu agar lebih variatif, ramah bagi balita, serta memenuhi kebutuhan gizi masing-masing kelompok,” katanya.
Selain itu, Netty juga menyoroti meningkatnya beban kerja para kader pendamping seiring berjalannya program MBG.
Ia mendorong pemerintah untuk memberikan dukungan yang memadai, baik melalui pelatihan, penguatan kapasitas, maupun bentuk apresiasi lainnya.
“Kader bekerja cukup panjang dari pagi hingga siang hari, mulai dari distribusi hingga pencatatan dan pelaporan. Dukungan yang memadai akan membantu mereka bekerja lebih optimal dan menjaga keberlanjutan program,” ujarnya.
Netty menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa MBG merupakan program berskala besar dengan dampak yang luas bagi masyarakat.
Ia optimistis, melalui evaluasi berkelanjutan, pendampingan yang tepat, serta kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, program MBG dapat terus ditingkatkan kualitasnya dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (*)
Sumber: Parlementaria
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.