MENU
Megatsunami 200 Meter Guncang Greenland, Ilmuwan Ungkap Fakta Mengejut...
WA FB
Dunia

Megatsunami 200 Meter Guncang Greenland, Ilmuwan Ungkap Fakta Mengejutkan

J Editor : Jansen Siahaan | 30 Jan 2026 | 11:30 WIB
Megatsunami 200 Meter Guncang Greenland, Ilmuwan Ungkap Fakta Mengejutkan
Megatsunami di Greenland. (istimewa)

Greenland, Sinata.id – Para peneliti mengungkap terjadinya megatsunami setinggi sekitar 200 meter yang menghantam wilayah Greenland pada September 2023.

Peristiwa alam berskala besar ini baru teridentifikasi hampir satu tahun setelah kejadian, dan sempat membingungkan komunitas ilmiah dunia.

Megatsunami tersebut diduga dipicu oleh tanah longsor besar di kawasan Dickson Fjord, Greenland bagian timur. Longsor terjadi setelah sekitar 25 juta meter kubik batu dan es runtuh dari lereng setinggi 600 hingga 900 meter. Analisis citra satelit menunjukkan adanya empat longsoran baru yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

“Saat kami memulai penyelidikan, tidak seorang pun benar-benar memahami apa yang sedang terjadi. Satu-satunya petunjuk saat itu adalah adanya tanah longsor,” ujar Kristian Svennevig dari Survei Geologi Denmark dan Greenland, seperti dilansir Jumat (30/10/2026).

Ia menambahkan, misteri tersebut akhirnya terpecahkan melalui kolaborasi ilmiah lintas disiplin dan lintas negara.

Getaran Bumi Selama Sembilan Hari

Dalam publikasi ilmiah yang disusun tim Svennevig, disebutkan bahwa megatsunami ini tidak hanya terjadi sekali, melainkan memicu gerakan gelombang bolak-balik selama lebih dari sepekan. Fenomena ini bergerak tegak lurus terhadap arah gelombang awal tsunami.

Keanehan peristiwa ini pertama kali terdeteksi melalui sinyal seismik tidak biasa yang tercatat oleh instrumen pemantau gempa global. Getaran tersebut berlangsung selama sembilan hari berturut-turut, jauh lebih lama dibandingkan gempa pada umumnya.

Stephen Hicks dari University College London mengungkapkan bahwa awalnya ia mengira peralatan seismik mengalami gangguan teknis.

“Sinyal gempa biasanya hanya berlangsung beberapa menit. Namun, kali ini sinyal bertahan hingga sembilan hari. Hal seperti ini belum pernah kami temui sebelumnya,” jelasnya dalam laporan penelitian.

Kolaborasi 68 Ilmuwan Dunia

Penelusuran lebih lanjut mengarah ke kawasan Greenland timur. Sebanyak 68 ilmuwan dari 15 negara terlibat dalam penelitian mendalam dengan menggabungkan data seismik, citra satelit, observasi lapangan, serta simulasi gelombang.

Hasil penelitian mengungkap bahwa sebuah gunung setinggi hampir 1.200 meter di tepi Dickson Fjord kehilangan penopang alaminya akibat mencairnya gletser. Kondisi ini menyebabkan ribuan ton batu dan es runtuh ke dalam perairan pada 16 September 2023.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.