Oleh: Pastor Dion Panomban
Dalam perenungan saat teduh Abah Home Family pada Selasa, 7 April 2026, umat diajak untuk semakin memahami kehendak Tuhan melalui empat hal utama: mengenal kehendak Tuhan, memahami cara-cara Tuhan, melakukan firman Tuhan, dan mengerti waktu Tuhan.
Pesan ini menekankan bahwa kehidupan rohani yang bertumbuh tidak terlepas dari kemampuan seseorang untuk peka terhadap tuntunan Roh Kudus. Ketika keempat aspek tersebut dipahami, seseorang akan lebih mudah berjalan seiring dengan kehendak Allah.
Perbedaan Cara Tuhan dan Cara Manusia
Dalam perenungan yang diangkat dari Yesaya 55:6-11, ditegaskan bahwa cara Tuhan sangat berbeda dengan cara manusia. Firman Tuhan menyatakan bahwa rancangan-Nya tidak sama dengan rancangan manusia, bahkan perbedaannya digambarkan setinggi langit dari bumi.
Sering kali manusia merasa apa yang dipikirkan adalah benar, namun belum tentu sejalan dengan kehendak Tuhan. Oleh sebab itu, penting bagi setiap orang percaya untuk belajar memahami cara Tuhan bekerja, termasuk dalam hal waktu dan proses yang diizinkan-Nya terjadi dalam kehidupan.
Contoh Nyata: Musa dan Laut Teberau
Refleksi ini juga mengangkat kisah Musa ketika menghadapi jalan buntu di depan Laut Teberau (Laut Merah), sementara tentara Mesir mengejar dari belakang. Dalam situasi tersebut, bangsa Israel diliputi ketakutan, persungutan, bahkan saling menyalahkan.
Namun, cara Tuhan bekerja sangat sederhana dan tidak terduga. Tuhan hanya bertanya kepada Musa, “Apa yang ada di tanganmu?” Saat Musa taat mengangkat tongkatnya sesuai perintah Tuhan, laut pun terbelah dan bangsa Israel diselamatkan, sementara tentara Mesir binasa.
Peristiwa ini menjadi bukti bahwa cara Tuhan sering kali melampaui logika manusia, tetapi selalu membawa kemenangan bagi mereka yang percaya dan taat.
Jawaban Pertanyaan Perenungan
Perbedaan pikiran Tuhan dan manusia (ayat 8-9): Pikiran Tuhan jauh lebih tinggi dan sempurna dibandingkan pikiran manusia. Apa yang menurut manusia baik belum tentu benar di hadapan Tuhan.
Firman Tuhan diumpamakan (ayat 11): Firman Tuhan diibaratkan seperti hujan yang turun dari langit, yang tidak kembali dengan sia-sia, melainkan menggenapi tujuan-Nya dan menghasilkan buah.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.