Sikap hati terhadap firman Tuhan (ayat 11): Sikap yang benar adalah percaya penuh bahwa firman Tuhan pasti digenapi dan tidak pernah gagal.
Yang harus dilakukan selama Tuhan berkenan (ayat 6): Manusia harus mencari Tuhan dan berseru kepada-Nya selagi Ia masih berkenan ditemui.
Tindakan orang fasik (ayat 7): Orang fasik meninggalkan jalannya yang salah dan kembali kepada Tuhan untuk menerima pengampunan.
Berkat dari saat teduh ini: Perenungan ini mengajarkan untuk lebih percaya kepada cara Tuhan, berserah dalam setiap keadaan, dan tetap taat meskipun situasi terlihat tidak masuk akal.
Peneguhan Iman
Melalui firman ini, umat diingatkan untuk tidak mengandalkan pengertian sendiri, melainkan belajar mempercayai setiap proses yang Tuhan izinkan. Dalam setiap jalan buntu, Tuhan selalu menyediakan jalan keluar yang tidak terpikirkan oleh manusia.
Ketaatan sederhana dapat menghasilkan mujizat besar ketika dilakukan sesuai dengan kehendak Tuhan.
Percayalah, ketika kita mengikuti cara Tuhan bukan cara kita maka yang mustahil pun akan menjadi mungkin, dan setiap firman-Nya pasti digenapi tepat pada waktunya. (A27)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.