Oleh Asmarani Nasution Msi Dosen STAI Samora
Perbedaan gender dalam Islam sebagai distingsi. Maksudnya, pembedaan peran yang saling melengkapi bukan sebagai diskriminasi yang merupakan perlakuan tidak adil.
Dalam pandangan Islam, laki-laki dan perempuan setara di hadapan Allah dalam hal kemanusiaan, ibadah, dan pahala. Namun memiliki peran dan tanggung jawab yang berbeda secara kodrati dan fungsional yang bertujuan untuk menciptakan keharmonisan hidup.
Wacana mengenai gender dalam perspektif Islam sering kali menjadi topik perdebatan hangat, baik di kalangan akademisi maupun masyarakat awam.
Stigma yang sering muncul adalah anggapan bahwa Islam, melalui ajaran-ajarannya, melegitimasi diskriminasi terhadap perempuan dan menempatkan mereka pada posisi sub-ordinat dibandingkan laki-laki.
Pandangan ini seringkali berasal dari pemahaman tekstual yang dangkal terhadap Al-Qur'an dan Hadis, serta pengaruh budaya patriarki yang telah mengakar dalam masyarakat Muslim selama berabad-abad.
Namun, jika ditelaah lebih mendalam melalui pendekatan yang holistik dan kontekstual, Islam tidak mengenal diskriminasi berdasarkan jenis kelamin.
Sebaliknya, Islam memperkenalkan konsep distingsi, yaitu pembedaan peran dan tanggung jawab yang didasarkan pada kodrat biologis dan fungsi sosial masing-masing, yang sifatnya saling melengkapi (takaful) dan membutuhkan.
Tujuan dari distingsi adalah, untuk menciptakan keadilan dan keharmonisan dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat. Bukan untuk menindas atau merendahkan salah satu pihak.
Artikel ini akan menguraikan makna distingsi gender dalam Islam secara komprehensif, menepis anggapan diskriminasi, dan menekankan prinsip kesetaraan fundamental dalam nilai-nilai ketakwaan dan kemanusiaan.
Kesetaraan fundamental dalam perspektif Islam menekankan prinsip dasar dalam Islam yang menyatakan, bahwa semua manusia, tanpa memandang jenis kelamin, memiliki kedudukan yang setara di hadapan Allah SWT.
Al-Qur'an secara eksplisit menegaskan hal ini dalam beberapa ayat, yang paling sering dikutip adalah Al Qur’an Surat Al-Hujurat ayat 13 yang artinya:
"Hai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu."
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.