MENU
Menag Nasaruddin Diserang Hoaks soal Kekerasan Seksual di Ponpes Pati
WA FB
Nasional

Menag Nasaruddin Diserang Hoaks soal Kekerasan Seksual di Ponpes Pati

T Editor : Tigor Munthe | 07 May 2026 | 18:25 WIB
Menag Nasaruddin Diserang Hoaks soal Kekerasan Seksual di Ponpes Pati
Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Foto: tangkapan layar)

Jakarta, Sinata.id - Nasaruddin Umar menegaskan dirinya tidak pernah mentoleransi segala bentuk kekerasan seksual di lingkungan pendidikan agama.

Menyusul maraknya hoaks dan disinformasi di media sosial yang menyerang dirinya terkait kasus dugaan kekerasan seksual di pondok pesantren di Pati.

Menag menyebut berbagai narasi yang beredar di media sosial sengaja diframing untuk menyerang dirinya dengan mengaitkan kasus tersebut kepada Kementerian Agama.

“Sikap saya terkait tindak kekerasan seksual itu jelas dan tegas. Tidak ada toleransi untuk tindak kekerasan seksual. Saya tidak pernah menoleransi sedikit pun tindakan yang mencederai martabat kemanusiaan,” tegas Nasaruddin di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Menurutnya, penolakan terhadap kekerasan seksual bukan hanya sebagai sikap seorang Menteri Agama, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kemanusiaan.

“Saya tidak hanya sebagai Menteri Agama, tapi sebagai seorang manusia juga menyatakan semua yang bertentangan dengan moralitas itu harus menjadi musuh bersama,” sambungnya dilansir Kamis (7/5/2026).

Nasaruddin menekankan lembaga pendidikan agama, termasuk pondok pesantren, harus menjadi ruang aman dan bermartabat bagi peserta didik.

“Lembaga pendidikan agama harus menjadi tempat paling aman bagi anak-anak kita untuk belajar, harus menjadi contoh masyarakat yang ideal,” ujarnya.

Ia juga memastikan Kementerian Agama Republik Indonesia terus memperkuat regulasi serta mekanisme pengawasan di lingkungan pendidikan keagamaan untuk mencegah berbagai bentuk penyimpangan.

Menurut Menag, Kemenag telah membentuk satuan pembinaan pondok pesantren yang melibatkan pimpinan pesantren dalam pengawasan dan pencegahan pelanggaran.

“Kami sudah membentuk satuan pembinaan pondok pesantren, yang mana pimpinan pondok pesantren berkolaborasi untuk mengawasi dan mencegah penyimpangan apapun yang terjadi di pondok pesantren,” tegasnya.

Nasaruddin mengajak masyarakat lebih bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

“Mari menjadi pemutus rantai hoaks dengan saring sebelum sharing. Cerdas bermedia sosial adalah cara kita menjaga kedamaian untuk sesama,” tandasnya. (A08)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.