Madinah, Sinata.id — Pemerintah Indonesia kembali menunjukkan fokusnya pada pelayanan jemaah haji 1447H/2026M. Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf turun langsung ke dapur katering jemaah Indonesia di Madinah untuk memastikan seluruh proses konsumsi berjalan sesuai standar kualitas, higienis, dan cita rasa Nusantara yang akrab di lidah jamaah.
Inspeksi yang berlangsung awal pekan ini menjadi salah satu langkah operasional terpenting sebelum puncak musim haji. Dalam kunjungan tersebut, Gus Irfan, sapaan akrab sang menteri, menggarisbawahi pentingnya penggunaan bumbu dan beras asli dari Indonesia, tidak hanya sebagai upaya mempertahankan rasa makanan khas Tanah Air, tetapi juga mendukung produk lokal Indonesia yang dibawa ke dapur penyedia layanan.
“Pemerintah ingin dapur-dapur ini menggunakan bumbu masak langsung dari Indonesia, termasuk juga untuk beras. Saya meminta agar perlakuan terhadap beras Indonesia dilakukan dengan tepat, sesuai dengan cara kita memasak di Tanah Air agar tekstur dan rasanya pas,” tegas Gus Irfan dalam siaran pers, Jumat (20/2/2026).
Selain soal kuliner, aspek kebersihan dan keamanan pangan juga menjadi sorotan utama. Dalam inspeksi ini, seluruh area memasak dan penyimpanan bahan baku diperiksa secara menyeluruh untuk tetap memenuhi standar higienitas ketat, mulai dari ruang persiapan hingga pengemasan makanan sebelum didistribusikan ke hotel-hotel jemaah.
Langkah itu sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan haji 2026, termasuk memaksimalkan kenyamanan jemaah Indonesia selama berada di Tanah Suci. Kedatangan para juru masak asli Indonesia juga dipandang dapat membantu menjaga konsistensi rasa makanan, sehingga jemaah tetap merasa dekat dengan masakan kampung halaman meski jauh dari rumah.
Program pemeriksaan dapur ini merupakan bagian dari serangkaian persiapan teknis lain yang tengah dilakukan pemerintah, seperti penguatan sistem pelayanan digital dan manasik haji terintegrasi, untuk memberikan pengalaman ibadah yang lebih aman dan nyaman bagi jutaan jemaah Indonesia di Arab Saudi. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.