MENU
Menhan Sjafrie Kumpulkan Jenderal Purnawirawan TNI, Bahas Isu Sensitif...
WA FB
Nasional

Menhan Sjafrie Kumpulkan Jenderal Purnawirawan TNI, Bahas Isu Sensitif dengan AS

J Editor : Jansen Siahaan | 25 Apr 2026 | 13:04 WIB
Menhan Sjafrie Kumpulkan Jenderal Purnawirawan TNI, Bahas Isu Sensitif dengan AS
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto saat silaturahmi bersama Purnawirawan TNI. (antara)

Jakarta, Sinata.id – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menggelar pertemuan dengan sejumlah purnawirawan TNI di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta Pusat, Jumat (24/4/2026).

Pertemuan ini membahas berbagai isu strategis terkait pertahanan nasional dan kerja sama militer Indonesia.

Dalam forum tersebut, turut hadir Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, serta jajaran pejabat TNI lainnya.

Sejumlah tokoh purnawirawan TNI yang hadir antara lain Jenderal (Purn) Wiranto, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, Jenderal (Purn) Andika Muhammad Perkasa, Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, dan Jenderal (Purn) Agum Gumelar.

Bahas Strategi Pertahanan Nasional

Dalam paparannya, Sjafrie menekankan pentingnya strategi pertahanan yang berlandaskan kepentingan nasional dan konstitusi negara.

Ia menyebut bahwa kebijakan pertahanan Indonesia harus tetap mengacu pada prinsip tata kelola negara yang baik serta mampu menjaga kedaulatan di tengah dinamika geopolitik global.

“Strategi pertahanan negara tidak terlepas dari prinsip konstitusi dan kepentingan nasional,” ujar Sjafrie.

Pertemuan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat komunikasi antara generasi aktif TNI dan para purnawirawan yang memiliki pengalaman panjang di bidang pertahanan.

Bahas Kerja Sama Indonesia–Amerika Serikat

Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa Menhan turut menyampaikan perkembangan kerja sama pertahanan Indonesia dengan Amerika Serikat (AS).

Salah satu yang dibahas adalah hasil pertemuan Sjafrie dengan pejabat pertahanan AS, termasuk pembaruan kerja sama militer serta isu strategis kawasan.

Selain itu, pemerintah juga masih mengkaji permintaan izin lintas udara (overflight) dari AS yang diajukan melalui Letter of Intent (LoI).

“Masukan dari para purnawirawan akan menjadi bahan pertimbangan untuk dibahas lebih lanjut bersama DPR dan kementerian/lembaga terkait,” ujar Rico.

Rencana Penguatan Kekuatan TNI

Dalam kesempatan tersebut, Menhan juga memaparkan rencana penguatan kekuatan TNI, termasuk pembangunan 150 Batalyon Teritorial Pembangunan setiap tahun.

Program ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat pertahanan di tingkat wilayah serta meningkatkan kesiapsiagaan nasional.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.