MENU
Menhub Imbau Maskapai Pantau Kondisi Udara Timur Tengah Pasca Konflik...
WA FB
Nasional

Menhub Imbau Maskapai Pantau Kondisi Udara Timur Tengah Pasca Konflik Iran-Israel

T Editor : Tumpal Pandapotan | 02 Mar 2026 | 14:16 WIB
Menhub Imbau Maskapai Pantau Kondisi Udara Timur Tengah Pasca Konflik Iran-Israel
Garuda Indonesia

Jakarta, Sinata.id - Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengimbau seluruh maskapai internasional yang memiliki rute ke atau melintasi kawasan Timur Tengah agar meningkatkan kewaspadaan menyusul eskalasi konflik antara Iran dan Israel yang melibatkan Amerika Serikat, Minggu (1/3/2026).

Menurut Dudy, beberapa penerbangan internasional di wilayah tersebut telah terdampak, dengan sejumlah rute dibatalkan, sementara penerbangan lain masih berjalan normal. “Sebagian penerbangan internasional yang melewati kawasan Timur Tengah terdampak, sebagian dibatalkan, namun ada perjalanan yang saat ini belum terdampak. Untuk itu, kami imbau maskapai meningkatkan kewaspadaan dan penumpang memantau informasi secara aktif,” ujarnya.

Sejumlah maskapai asing telah menghentikan sementara penerbangan ke kota-kota di Timur Tengah, antara lain Etihad Airways, Qatar Airways, Emirates, Malaysia Airlines, Philippine Airlines, IndiGo, SriLankan Airlines, China Southern Airlines, Singapore Airlines, dan Scoot.

Maskapai lain seperti Saudia masih memantau kondisi kota tujuan, Oman Air tetap beroperasi normal, dan Ethiopian Airlines menghentikan penerbangan ke Amman (Yordania) dan Tel Aviv (Israel).

Baca: http://Perang Meluas, Hizbullah Serang Pangkalan Israel di Haifa

Di sisi maskapai nasional, Garuda Indonesia dan Lion Air dilaporkan belum terdampak langsung konflik. Penerbangan menuju Jeddah masih berjalan normal, namun rute Garuda Indonesia menuju Amsterdam dialihkan melalui Kairo, Mesir, sebagai langkah antisipasi.

Dudy menekankan keselamatan dan keamanan penerbangan sebagai prioritas utama. Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi dengan AirNav Indonesia, maskapai, pengelola bandara, serta otoritas penerbangan asing untuk memperbarui informasi mengenai keamanan wilayah udara Timur Tengah.

Beberapa negara di kawasan sudah menutup ruang udara bagi seluruh penerbangan komersial maupun pribadi, termasuk Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah. Menhub juga meminta maskapai memantau kondisi ruang udara, termasuk untuk penerbangan umroh.

Selain itu, kementerian mendorong maskapai dan pengelola bandara memberikan layanan optimal bagi penumpang yang terdampak pembatalan atau penyesuaian jadwal, mulai dari proses pembatalan dokumen perjalanan di imigrasi, pengaturan akomodasi, hingga penjadwalan ulang.

Dudy menegaskan bahwa operasional penerbangan di seluruh bandara Indonesia, khususnya rute internasional, tetap aman dan lancar baik untuk keberangkatan maupun kedatangan penumpang. (A58)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.