MENU
Menhut Minta Maaf ke Warga Papua, Segera Gelar Rapat Darurat Soal Pemb...
WA FB
Nasional

Menhut Minta Maaf ke Warga Papua, Segera Gelar Rapat Darurat Soal Pembakaran Cenderawasih

T Editor : Tumpal Pandapotan | 27 Oct 2025 | 15:10 WIB
Menhut Minta Maaf ke Warga Papua, Segera Gelar Rapat Darurat Soal Pembakaran Cenderawasih
Raja Juli Antoni. facebook

Jakarta, Sinata.id - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meminta maaf kepada seluruh masyarakat Papua atas insiden pembakaran barang bukti opset dan mahkota burung Cenderawasih oleh Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua. Permintaan maaf ini disampaikan untuk meredakan reaksi keras yang muncul dan memastikan kejadian serupa tidak terulang.

Dalam respons cepatnya, Menhut Raja Juli mengumumkan dua langkah utama. Pertama, mengutus pejabat eselon I untuk berdialog langsung dengan Majelis Rakyat Papua (MRP) dan perwakilan mahasiswa di Papua.

Dan, akan menggelar rapat darurat secara daring dengan seluruh kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di Indonesia pada hari yang sama.

Raja Juli menegaskan bahwa secara hukum, pemusnahan barang bukti hasil perdagangan satwa liar yang dilindungi adalah tindakan yang benar.

Namun, ia mengakui bahwa tindakan tersebut tidak memperhitungkan kearifan lokal dan nilai sakral yang melekat pada Cenderawasih bagi masyarakat Papua, sehingga menimbulkan ketersinggungan.

Dalam rapat daring yang rencananya digelar via Zoom, Menhut akan memerintahkan seluruh jajarannya untuk menginventarisasi dan menghormati nilai-nilai kearifan lokal, hal-hal yang dianggap tabu, serta istilah lokal di setiap daerah.

Tujuannya, agar penegakan hukum ke depan dapat berjalan tanpa melanggar nilai-nilai budaya yang hidup dalam masyarakat.

Tekanan juga datang dari anggota Komisi IV DPR RI, Sulaeman L Hamzah, yang mengingatkan pemerintah tentang makna penting mahkota Cenderawasih, yang sering digunakan dalam penyambutan pejabat.

Ia mendesak Menteri untuk segera membuat keterangan resmi guna meredakan demonstrasi yang masih berlangsung, salah satunya di Universitas Cenderawasih (Uncen).

Permintaan maaf ini disampaikan Menhut Raja Juli Antoni selama kunjungan kerja reses Komisi IV DPR RI di Denpasar, Bali, pada Senin (27/10/2025).

Di akhir pernyataannya, Menhut mengalihkan perhatian pada tantangan konservasi yang lebih mendesak, yaitu menjaga pertumbuhan liar populasi Cenderawasih di habitat aslinya, mengingat burung endemik Papua ini sangat sulit untuk dikembangbiakkan dalam penangkaran. (A58)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.