Jakarta, Sinata.id - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa ketahanan pangan nasional tetap dalam kondisi stabil di tengah eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah. Amran menyebut ketersediaan beras Indonesia saat ini berada pada level tertinggi dalam sejarah, yakni mencapai 3,7 juta ton.
"Stok kita yang inti adalah beras. Besok, Insyaallah, mencapai 3,7 juta ton. Ini (jumlah) yang tidak pernah terjadi selama republik ini berdiri," ujar Amran saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (3/3).
Kepastian ini disampaikan menyusul kekhawatiran dampak operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang terjadi pada Sabtu (28/2) lalu. Amran mengaku telah melaporkan kondisi ketersediaan pangan tersebut langsung kepada Presiden.
Menurut Amran, kunci stabilitas pangan nasional terletak pada pengamanan komoditas karbohidrat, khususnya beras. Ia menilai selama stok beras mencukupi, kebutuhan pangan rakyat Indonesia tetap terkendali meski terjadi guncangan global.
Baca: http://Rhoma Irama: Konflik Israel, AS -Iran Bagian dari “Permainan” Dunia yang Fana
Selain faktor ketersediaan stok, Amran menekankan fleksibilitas konsumsi masyarakat terhadap bahan pangan substitusi. Pemerintah mendorong pemanfaatan sumber karbohidrat alternatif serta protein hewani yang beragam untuk menjaga ketahanan konsumsi.
"Kalau yang lain kita masih bisa cari substitusinya. Jika tidak ada daging bisa ke telur atau ikan. Begitu juga karbohidrat, bisa ke ubi atau singkong," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama setelah melepas ekspor telur dan produk olahan unggas, Mentan menjelaskan bahwa sejumlah komoditas lain seperti jagung, ayam, dan sayuran saat ini dalam posisi aman. (A58)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.